08 March 2020, 17:14 WIB

Festival Rumah Gizi untuk Turunkan Angka Stunting di Kota Tegal


Supardji Rasban | Nusantara

MASALAH stunting (gagal tumbuh/kerdil) menjadi permasalahan kesehatan nasional yang belum tuntas hingga saat ini, tak terkecuali bagi Kota Tegal, Jawa Tengah. Berbagai upaya pun dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk mengurangi angka stunting, salah satunya dengan menggelar Festival Rumah Gizi.

Stunting sendiri adalah suatu kondisi yang merujuk pada tubuh pendek yang dialami bayi di bawah umur lima tahun (balita) karena kekurangan gizi kronis dalam waktu cukup.

"Festival Rumah Gizi yang diselenggarakan kerja sama ini menjadi program dukungan yang sangat baik karena dapat membantu pemerintah memerangi gizi buruk dan stunting," ujar Wakil Wali Kota Tegal, M Jumadi, saat membuka Festival Rumah Gizi kerja sama Pemkot Tegal dengan Klinik Aisyiah di Tegal, Minggu (8/3/2020).

Baca Juga: Posyandu jadi Ujung Tombak Pengentasan Stunting

Jumadi menyampaikan sinergi dan kolaborasi antara Pemkot Tegal dan Klinik Aisyiyah untuk bersama memerangi stunting dan gizi buruk perlu didorong terus. "Tidak satu dua kali, namun upaya bersama (kolaborasi) dalam memerangi gizi buruk harus dilakukan terus-menerus," ucapnya.

Ketua Klinik Aisyiyah Kota Tegal, Hj Dewi Umaroh, menyebut kegiatan Festival Rumah Gizi bertujuan untuk meningkatkan reproduksi gizi warga demi mencegah stunting pada anak di Kota Tegal.

"Ada tujuh upaya yang dilakukan dalam kegiatan tersebut seperti pemberian makanan tambahan bagi balita, ibu hamil dan menyusui, pengolahan makanan bergizi, konseling ASI dan Gizi, Edukasi Gizi, Kebun/Ternak /Kolam Gizi, Program Sanitasi dan PHBS, serta Pelibatan Tokoh Masyarakat/Agama/Adat dalam memerangi gizi buruk dan stunting," terang Dewi.

Dewi menyampaikan Klinik Siti Aisyiah juga melakukan kerja sama program pencegahan stunting dengan pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kota Tegal serta penandatanganan komitmen bersama. Dirinya berharap program kegiatan Festival Rumah Gizi menjadi salah satu model terhadap pencegahan stunting di Kota Tegal.

Baca Juga: Konsumsi Protein Hewani Didorong untuk Turunkan Stunting

"Sekaligus sebagai pendorong bagi masyarakat untuk bekerja sama turunkan angka stunting dan gizi buruk di Kota Tegal," tuturnya.

Di Kota Tegal, angka kasus stunting cukup tinggi dan paling banyak ditemukan di Kelurahan Panggung dengan 24 kasus, Margadana
dan Slerok masing-masing 20 kasus. Adanya balita kerdil tersebut terjadi hampir di setiap kelurahan di Kota Tegal. Hanya Kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat yang tidak ditemukan kasus tersebut. (JI/OL-10)

BERITA TERKAIT