08 March 2020, 16:29 WIB

Pemerintah diminta Libatkan RS Swasta Deteksi Dini Korona


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengusulkan Pemerintah untuk melibatkan rumah sakit (RS) swasta terkait deteksi dini Covid-19. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjangkau kalangan menengah atas yang memang banyak menggunakan rumah sakit swasta dalam pengobatan.

"Saya ingin usulkan supaya rumah sakit swasta itu dilibatkan, kenapa? Karena banyak orang-orang yang masuk ke Indonesia itu atau yang pulang dari luar negeri itu yang menengah keatas, dan mereka kalau merasa sakit atau mau konsultasi pasti ke Rumah Sakit Swasta," kata Amin dalam diskusi 'Crosscheck Korona Ga Perlu Panik, Ga Usah Gimik', Jakarta, Minggu, (8/3).

Disebutnya, untuk saat ini RS swasta tidak berwenang untuk mendeteksi lebih lanjut apakah pasien terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Baca Juga: RSPI Dr Sulianti Saroso Siapkan 11 Ruang Isolasi Covid-19

"RS swasta itu kalau menemukan kasus yang dicurigai, mereka harus berjenjang nanya dulu ke Dinas Kesehatan (Dinkes), ini ada kasus seperti ini gimana statusnya nanti Dinkes mereview oh ini tidak apa-apa, tapi sering kali ada perbedaan pendapat," ucapnya.

"Kalau seandainya diberi wewenang, RS swasta yang memang memiliki fasilitas, mereka bisa membantu kita untuk early detection," sambungnya.

Namun, kata Amin, RS swasta tetap harus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ketika mereka mendapatkan seseorang yang positif virus korona. Dalam artian tidak boleh mengumumkan langsung ada pasien positif korona.

Baca Juga: Diduga Terjangkit Korona, 6 Orang Diperiksa di Sulianti Saroso

"Tentunya harus diregulasi kalau misal positif mereka enggak boleh ngomong dulu, harus cepat memberi tahu kepada Kemenkes misal setelah divalidasi dan dipastikan betul positif baru diumumkan supaya tak muncul dari mana-mana informasinya," terangnya. (Rif/OL-10)

BERITA TERKAIT