08 March 2020, 15:50 WIB

Walikota Depok Tak Hadiri Undangan Warga Terkait Virus Korona


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

Walikota Depok Idris Abdul Shomad sebenarnya diundang dalam acara "Indonesia Tidak Takut Corona" yang diselenggarakan oleh warga Perumahan Studio Alam Indah (SAI) Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Ketua RT 007 RW 07 blok A Perumahan SAI Teguh Prawiro menyesalkan ketidakhadiran Walikota Depok. "Walikota Idris kami undang, tapi tak mau hadir. Padahal, mestinya, beliau hadir dong karena beliau yang menyebarkan informasi di beberapa media surat kabar dan media daring bahwa dua warga Perumahan SAI dan puluhan lainnya posifif corona," ujar Teguh saat olahraga bersama di Perumahan SAI, Kota Depok, Minggu (8/3).

Idris selaku kepala daerah, imbuh Teguh, harusnya hadir dan menjelaskan kepada warganya soal dua warga Perumahan SAI yang positif virus korona alias COVID-19. "Sebab pernyataan Walikota Depok Idris berdampak besar," tuturnya.

baca juga: Depok Tidak Takut Corona

Teguh menyayangkan pernyataan Walikota karena sebagai pihak yang seharusnya mengerti soal rahasia pribadi, justru menyebarkan informasi yang bukan diperuntukkan untuk konsumsi publik. Dampak bocornya informasi tersbeut beragam, mulai dari kesulitan bekerja, hingga timbulnya kesalahpahaman akibat penyebaran informasi yang salah.

"Yang lebih membuat kami terkejut adalah data pasien lengkap sekali, dan itu sudah viral saat kami menerima, nama detail, alamat dan sebagainya. Beberapa saat setelah itu, perumahan penuh sekali dengan media yang menyorot rumah dan lain sebagainya," lanjutnya.

Teguh menjelaskan tetangganya yang divonis positif COVID-19 mengetahui informasi dirinya terinfeksi dari media, bukan dari dokter yang memeriksanya. "Semua syok, pasien syok, kami syok," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT