08 March 2020, 15:23 WIB

Target Wisatawan ke Tiga Candi Susah Tercapai Terdampak Korona


Tosiani | Nusantara

Pengaruh tersebarnya virus Covid-19 berdampak pada turunnya kunjungan wisatawan manca negara ke tiga candi, yakni Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.
"Situasi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga delapan bulan ke depan, sehingga target kunjungan wisatawan selama tahun 2020 akan susah untuk dicapai," kata Sekretaris Perusahaan Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWCRB) Emilia Eny Utari, Magelang, Minggu (8/3).

Emilia menyebutkan selama bulan Februari tahun ini, angka kunjungan wisatawan manca negara (wisman) ke tiga candi itu turun sekitar 30 persen dari bulan yang sama tahun 2019 lalu. Namun secara umum dampak sepinya kunjungan wisatawan mulai terlihat sejak Januari.

Sementara itu, kunjungan ke Candi Borobudur wisatawan nusantara (wisnus) selama Januari tahun 2019 sebanyak 341.642 orang dan kunjungan wisman mencapai 13.398 orang. Pada bulan yang sama tahun 2020 ini angka kunjungan wisnus mencapai 395.175 orang dan kunjungan wisman 15.603 orang.

Kunjungan wisnus ke Candi Prambanan pada Januari 2019 mencapai 201.510 orang wisnus dan 8.860 orang wisman. Pada Januari 2020 ada 235.456 orang wisnus dan 10.948 orang wisman.

Adapun selama Februari 2019, angka kunjungan ke Candi Borobudur sebanyak 247.697 orang wisnus dan 16.642 orang wisman. Untuk bulan yang sama tahun ini tercatat ada 234.280 orang wisnus dan 11.506 wisman.

baca juga:

Sedangkan angka kunjungan ke Candi Prambanan pada bulan Februari 2019 sebanyak 141.748 wisnus dan 11.150 wisman. Bulan yang sama tahun ini ada kunjungan dari 135.097 wisnus dan 7.141 wisman.

"Penurunan kunjungan wisatawan terutama yang dari Asia, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea. Yang masih banyak berkunjung wisatawan dari Eropa. Tapi dengan situasi ini, mereka juga berpikir lagi kalau akan berkunjung," ujar Emilia.

Baca juga:  Ingin Borobudur Marathon Mendunia

Terpukulnya sektor wisata, menurut Emilia, tidak hanya dialami tiga candi yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini saja. Menurutnya, daerah lain seperti Bali juga mengalaminya. Padahal kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga delapan bulan ke depan. Kondisi demikian membuat target kunjungan wisatawan asing sebanyak 500 ribu orang tahun ini akan sukar tercapai.

"Upaya kita adalah memaksimalkan target kunjungan wisatawan domestik. Kita berusaha meningkatkan daya tarik. Caranya, kita beri harga spesial, khususnya untuk pelajar. Kunjungan mereka masih lumayan bagus," ujar Emilia.

Sementara itu, untuk langkah antisipasi penyebaran korona, pihak pengelola candi sudah memberlakukan peraturan untuk mengecek suhu tubuh wisatawan asing. Hal ini berlaku sejak Kamis (5/3/2020) lalu. Selain itu, di beberapa titik lokasi juga disiapkan hand sanitizer untuk pengunjung membersihkan tangan. "Sejauh ini belum ada temuan wisman yang terkena corona," tukasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT