08 March 2020, 15:10 WIB

Gara-Gara Virus Korona, Harga Jahe Merah Naik 4 Kali Lipat


KRISTIADI | Nusantara

Sejumlah kebutuhan dapur di beberapa pasar tradisional di Tasikmalaya telah merangkak naik. Yaitu jahe putih, merah, kunyit, sereh, dan temulawak. Bumbu dapur yang baik untuk daya tahan tubuh ini harganya melambung tinggi.

Bumbu dapur tersebut selama ini jarang kali di sentuh masyarakat, tetapi sekarang mereka memburunya hingga harganya merangkak naik melebihi daging ayam. Namun, beberapa rempah-rempah yang dijual di setiap pasar tradisional kondisi saat ini sulit ditemukan karena harganya mencapai susah mencapai Rp60 ribu per kilogram.

Salah seorang penjual bumbu dapur, Lisna, 45, mengatakan, harga jahe merah, sebelum ada penyebaran virus korona dijual normal seharga Rp15 ribu per kilogram tapi sekarang banyak masyarakat setiap pagi sering kali membeli dalam jumlah banyak hingga mengakibatkan harganya merangkak naik menjadi Rp60 ribu.

Baca Juga: Korona Bikin Harga Jahe Merah Naik Dua Kali Lipat di Siantar

"Kebutuhan jahe merah selama ini mendapat pasokan dari petani lokal seperti Tasikmalaya, Garut, Ciamis dan Majalengka. Namun, untuk sekarang barang tersebut sulit ditemukan lagi dan mengakibatkan harganya merangkak naik karena masyarakat tengah memburu barang yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh," katanya, Minggu (8/3/2020).

Menurutnya, harga kebutuhan rempah-rempah yang selama itu jarang disentuh masyarakat tersebut kini kondisinya merangkak naik. Rempah lainnya juga mengikuti. Seperti halnya jahe putih yang dulu harga normalnya Rp12 ribu sekarang dijual Rp32 ribu per kilogram, kunyit Rp8 ribu naik menjadi Rp12 ribu per kg, sereh dari semula Rp5 ribu naik Rp10 ribu, dan temulawak Rp8 ribu naik menjadi Rp 15 ribu per kilogram.

"Biasanya, warga yang membeli jarang sekali menyentuhnya tetapi sekarang mereka ramai membeli dalam jumlah banyak. Dan pembelian itu rata-rata 3 sampai 5 kilogram oleh pembeli dari Ciamis, Tasikmalaya hingga Kota Banjar yang memaksakan diri datang ke Pasar tradisional Pancasila dan Cikurubuk," ujarnya.

Baca Juga:Menguak Khasiat Isi Mpon-Mpon yang Lagi Hits

Sementara itu, pedagang lainnya, Firman, 50, mengatakan, rempah-rempah sekarang ini banyak diburu masyarakat dan mereka juga memanfaatkan kencur, jahe merah, kunyit, dan temulawak. Sedangkan, harga kebutuhan itu sudah mengalami kenaikan setelah banyaknya warga ramai-ramai membelinya dalam jumlah banyak tetapi biasanya kebutuhan tersebut dimanfaatkan oleh penjual jamu gendong.

"Kami sebagai penjual yah alhamdulilah saja, rempah-rempah yang biasanya masih banyak telah habis terjual tapi sekarang ini semuanya mengalami kenaikan. Apalagi, kebutuhan yang biasanya dipasok petani sampai sekarang ini jarang mengirimkan ke sejumlah pasar karena para petani juga sama memanfaatkan untuk kekebalan tubuh," paparnya. (AD/OL-10)

BERITA TERKAIT