08 March 2020, 09:10 WIB

Artha Graha Bikin Tenda Antisipasi Korona


Ihfa Firdausya | Humaniora

SEBANYAK 10 tenda yang berfungsi sebagai rumah sakit (RS) lapangan didirikan di kawasan SCBD Lot 7, Jakarta. Tenda-tenda itu disiapkan Artha Graha Peduli (AGP) sebagai salah satu langkah antisipasi penyebaran virus korona baru (covid-19).

“Pendirian RS lapangan ini sebagai langkah nyata AGP dalam mendukung pemerintah menghadapi wabah covid-19, yaitu dengan menyiapkan konsep rumah sakit lapangan berfasilitas lengkap,” kata Koordinator Tim Kesehatan Rumah Sakit Lapangan AGP dr Aulia, di SCBD, kemarin.

Di kesempatan yang sama, dr Ben Rimba dari Pusat Kesehatan TNI mengungkapkan, pendirian tenda observasi covid-19 tersebut ialah wujud dari public private partnership. Dalam hal ini, kata Ben, pihak swasta berupaya membantu pemerintah memberikan penanganan dan edukasi soal penyebaran covid-19.

“Ke depan, berbagai private sector bisa bahu-membahu membantu pemerintah yang memang sudah luar biasa menangani hal ini. Jadi, membantu menjadi lebih ringan sebab bila benar terjadi bencana, kita sudah siap, private sector siap mendukung.”

Dia menerangkan, satu tenda dengan fasilitas isolation chamber negative pressure bisa menampung empat pasien. “Bila dipadatkan bisa enam pasien. Tinggal dikalikan 10 tenda, jadi bisa dibayangkan satu RSPI Sulianti Saroso bisa digantikan dengan dua tenda, tapi dengan catatan negative pressure chamber,” jelasnya.

Ben melanjutkan, fasilitas-fasilitas­ yang tersedia di tenda-tenda itu sudah berstandar internasional. Terlebih, katanya, fasilitas-fasilitas tersebut ialah produk buatan dalam negeri.

“Memang ini menggunakan standar internasional dan sebagian besar produk dalam negeri, tetapi mendapat ISO, SNI, dan segala macam. Kita tidak berpikir yang jelek-jelek, tapi jika terjadi kita siap,” imbuhnya.

Sebagai infromasi, tenda-tenda observasi tersebut akan beroperasi penuh 24 jam dalam sehari mulai kemarin. Adapun fasilitas-fasilitas yang tersedia di antaranya­ ventilator, ruang intermediate, dan ruang observasi.

Staf ahli Kemenkes dr Alex Ginting menambahkan, tenda tersebut siap menampung warga yang dikategorikan sebagai pasien dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Dalam menghadapi infeksi yang sekarang beredar, kita harus melihat case management-nya, ada ODP dan ada PDP. Jadi untuk ODP yang bergejala bisa ditampung di sini dan PDP yang bermasalah juga bisa ditampung di sini,” jelasnya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga mengunjungi tenda-tenda tersebut. “Yang saya bangga, fasilitasnya produk dalam negeri,” kata Terawan saat berkeliling meninjau tenda-tenda tersebut. (Ifa/N-3)

BERITA TERKAIT