09 March 2020, 09:05 WIB

Terapi Musik Membantu Pemulihan Stroke


Melalusa Susthira K | Weekend

DI samping pengobatan medis, proses pemulihan pasien stroke juga dapat ditunjang melalui berbagai aspek lain. Salah satunya ialah dengan menggunakan instrumen musik, yang baru-baru ini diafirmasi oleh sebuah penelitian.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Inggris, belum lama ini, menunjukkan bahwa musik memiliki efek yang positif bagi pemulihan pasien stroke dengan merangsang otak, motorik, dan membangkitkan suasana hati penderitanya.

Penelitian tersebut berangkat dari dampak penyakit stroke yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami masalah dalam keterampilan motorik, seperti gangguan dalam berbicara dan berbahasa. Efeknya juga berdampak pada masalah mental penderitanya seperti perasaan marah, cemas atau depresi.

Dilansir Daily Mail, Penelitian yang dipimpin oleh peneliti dari Anglia Ruskin University (ARU), Dr. Alex Street, itu dilakukan pada unit rehabilitasi pasien stroke di rumah sakit Addenbrooke di Cambridge, Inggris. Secara total, ada 177 pasien stroke yang mengikuti 675 sesi terapi musik neurologis  selama periode dua tahun. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Topics in Stroke Rehabilitation itu menyelidiki keberhasilan sesi terapi musik neurologis terhadap pasien, kerabat mereka, dan profesional kesehatan.

Sesi tersebut terbukti 'membantu' atau 'sangat membantu' dari rata-rata 139 pasien, kerabat, dan staf rumah sakit yang dilakukan evaluasi. Penelitian ini menemukan bahwa memainkan instrumen fisik seperti keyboard, drum, perkusi genggam, membantu membangkitkan suasana hati umum pasien, meningkatkan konsentrasi, dan mendorong perubahan di otak guna meningkatkan fungsi reorganisasi saraf. Adapun instumen musik yang dimainkan via iPad dengan kemampuan fitur layar sentuh, dapat merehabilitasi kemampuan tangan atau ketangkasan jari-jari penderita stroke.

Manfaat fisik yang didapat dari terapi musik neurologis itu juga termasuk fungsi lengan dan gaya berjalan yang menjadi lebih baik. Adapun dari 52 pasien yang menyelesaikan kuesioner menyangkut skala suasana hati, juga menunjukkan bahwa sesi terapi musik neurologis membantu mengatasi suasana hati yang rendah dan kelelahan. Hasilnya menunjukkan penurunan respons sedih dan peningkatan respon bahagia segera tampak setelah sesi terapi musik tersebut dilakukan.

"Studi kami menemukan bahwa terapi musik neurologis diterima dengan antusias oleh pasien, kerabat, dan staf mereka. Fakta 675 sesi dilakukan dalam dua tahun dengan sendirinya merupakan indikasi keberhasilan pengobatan,” terang Alex yang menambahkan bahwa pengulangan sesi terapi tersebut menjadi kunci dalam membantu kepulihan pasien stroke bersama dengan perawatan rehabilitasi stroke lainnya, seperti fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, dan psikologi klinis. (M-1)

BERITA TERKAIT