08 March 2020, 04:00 WIB

Serunya Memacu Motor di Sirkuit


Ardi Teristi Hardi | Weekend

SOSOK Sheva Anela Ardiansyah mencuat di antara ingar bingar dunia motorcross Tanah Air. Bukan hanya karena usianya yang masih muda, kiprahnya di dunia motorcross dalam dan luar negeri pun mengagumkan.

Saat ditemui di Sirkuit Tambakrejo, Sleman, akhir Februari silam, putri mantan pembalap nasional Irwan Ardiansyah itu berbagi cerita tentang dunia motorcross yang digelutinya.

Sejak kapan mengenal motorcross?

Kalau naik motor, sekitar umur 4 tahun. Pertama kali naik motorcross pee wee.

Bagaimana ceritanya bisa latihan naik motor?

Sejak kecil sudah sering lihat Papa bertanding. Suka lihat piala-piala papa juga. Sering diajak Papa latihan, akhirnya minta latihan sendiri.

Kapan latihannya?

Senin sampai Jumat, dari pukul 13.30 sampai 17.00. Yang melatih Papa.

Apa sih keasyikan naik motorcross?

Asyik naik motorcross. Terasa kalau sudah berada di atas motor. Yang bawa motor kita sendiri. Kita bisa memacu motor sesuai yang kita mau di sirkuit. Ada jumping-nya juga. Seru.

Papa kan dulu juga pernah di road race. Enggak ingin coba road race?

Dari dulu sering sih diajak pindah road race, tapi enggak tertarik. Di road race, di aspal, cuma belak-belok. Di motorcross, jumping-nya itu yang bikin seru.

Pernah jatuh saat naik motorcross?

Dua bulan yang lalu pas final Kejurnas, jatuh. Sekarang masih recovery. Saraf tangan kanan kena, jadi belum bisa gerak seperti biasa. Latihannya pelan-pelan saja tadi. Setiap hari ada terapi.

Ada trauma setelah jatuh dan cedera?

Enggak. Suka banget sama motorcross. Ingin segera pulih dan bertanding lagi.

Sekarang Sheva bertanding di kelas berapa cc dan bagaimana persaingannya?

Aku di kelas 85 cc buat anak 12-15 tahun. Persaingannya susah sih karena lawanku cowok semua. Kadang kalah fisiknya sama cowok. Jadi, aku menambah latihan, latihan motor juga, dan latihan fisik.

Sheva sudah latihan motorcross 10 tahunan. Teknik apa yang ingin Sheva tingkatkan?

Banyak sih, tapi intinya ingin bisa lebih agresif saat bawa motor.

Apa yang perlu diperhatikan saat balap biar tidak terjadi kecelakaan?

Yang pasti harus fokus ke lintasan. Biasanya accident terjadi karena kurang fokus dan sudah terlalu capek. Track-nya kan tidak rata karena enggak kuat nahannya (motor), jadi bisa accident.

Sheva sekarang kelas delapan. Bagaimana membagi waktu sekolah dengan motorcross?

Biasa kalau pagi sekolah. Sepulang sekolah latihan motorcross. Kalau waktu perlombaan, pagi ada latihan fisik. Jadi, sejak pagi bisa izin buat perlombaan. Perlombaan biasanya setiap Sabtu-Minggu, jadi tidak ada masalah.

Apa keinginan Sheva ke depan?

Ingin lebih banyak balapan di luar negeri, kayak tahun 2018 balapan di Amerika.

Kelas apa yang diikuti waktu itu dan bagaimana persaingannya?

Kelas usia 12-15 tahun (pakai 85 cc) dan kelas khusus perempuan di atas 12 tahun. Persaingannya ketat, tapi syukur bisa juara (juara satu untuk kelas 85 cc kelompok usia 12-15 dan peringkat lima untuk khusus perempuan).

Apa yang bisa dipelajari dari perlombaan di luar negeri?

Banyak. Crosser-crosser luar negeri bawa motornya sangat agresif, kuat secara fisik, dan teknik (mengen­darai motor) mereka bagus-bagus. Itu memotivasi saya untuk lebih banyak berlatih lagi. (M-2)

BERITA TERKAIT