08 March 2020, 01:00 WIB

Dian Sastrowardoyo: Perspektif Baru dari Mimpi Masa Kecil


Bagus Pradana | Weekend

CANTIK dan pintar, begitulah yang kerap terkesan dari Dian Paramita Sastrowardoyo atau akrab disapa Dian Sastro. Bukan hanya sukses sebagai aktris, ia juga dikenal sukses di bidang pendidikan.

Pada 2007, bersamaan dengan kariernya sebagai pemain film yang terus produktif, Dian menamatkan sarjana bidang filsafat dari Universitas Indonesia. Kemudian pada 2014, setelah memiliki dua buah hati, istri dari Maulana ­Indraguna Sutowo ini menjadi master bidang ekonomi dari universitas yang sama.

Kini di usia 37 tahun, Dian nyata­nya masih memiliki untuk me­nempuh pendidikan di luar negeri. “Dian kecil yang bermimpi ingin menuntut ilmu ke luar negeri itu masih tetap ada di dalam diri saya. Itu yang saya rasakan,” terang Dian dalam perbincangan di acara Kick Andy dalam episode Road to ­Heroes: Sinergi untuk Negeri.

Perempuan yang melejit setelah membintangi film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2003 itu pun mengaku sempat sedih ketika impian itu belum juga diraih. Meski begitu, ia kemudian bisa mengatasi kekecewaan akibat mendapat perspektif baru setelah membaca-baca catat­an Kartini.

Beberapa babak perjalanan hidup sang tokoh pejuang hak perempuan, yang juga pernah ia perankan di film Kartini (2017), dijadikan refleksi bagi Dian. Kartini yang haus ilmu sempat mendapatkan beasiswa sekolah di Belanda, tapi urung diambil karena harus menunaikan ‘tugas’ menikah.

“Beasiswa itu akhirnya ia berikan kepada Amir Hamzah kalau saya enggak salah ingat. Saya jadi berpikir jangan-jangan kesuksesan saya di dunia hiburan ini ada hikmahnya, artinya meski impian masa kecil saya tidak terwujud, tapi saya masih memiliki kesempatan untuk mewujudkan impian Dian-Dian kecil lain yang ada di anak-anak Indonesia untuk bantu sekolahin mereka dan mengubah bangsa,” ungkap Dian.

Bukan sekadar cita-cita, Dian pun mewujudkannya dengan mendirikan Yayasan Dian Sastrowardoyo. Saat berdiri sejak 2010, yayasan itu memiliki visi untuk berkontribusi secara aktif memajukan pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian budaya Indonesia.

“Saya bikin yayasan ini karena pengin bersyukur bahwa dunia hiburan telah memberikan keberhasilan buat saya, yang terus terang jauh dari apa yang saya sangka. Saya kemudian berinisiatif membentuk yayasan ini supaya dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat di Indonesia,” terang peraih Piala Citra 2004 untuk pemeran utama perempuan lewat film AADC itu.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa mendirikan yayasan itu karena ia menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan bangsa ini. Berbagai permasalahan dari kemiskinan, literasi, hingga lainnya butuh kerja banyak orang untuk mengatasinya.

“Saya merasa Indonesia masih memiliki banyak sekali PR yang belum tertangani, seperti kemiskinan, persoalan literasi yang rendah, konflik, dan masih banyak lagi. Saya rasa PR Indonesia ini salah satunya dapat ditangani dengan pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi kaum perempuan di daerah-daerah,” tambahnya.

Beasiswa penuh

Untuk mengatasi permasalahan akses pendidikan yang tidak merata, yayasan Dian mengatasinya dengan beasiswa bagi perempuan-perempuan muda dari keluarga yang kurang mampu. Hingga hari ini, tercatat telah ada 19 orang yang mendapat beasiswa itu. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, Ambon, Solo, dan Yogyakarta.

“Rata-rata perempuan dari keluarga kurang mampu, ada juga yang penyintas kekerasan seksual. Kita kuliahkan mereka termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, jadi full beasiswa,” terangnya.

Soal sasaran penerima beasiswa yang merupakan kelompok perempua, Dian mengungkapkan alasan yang bukan hanya soal gender. “Secara strategis, kalau kita bantu kaum perempuan, misalnya, kita sekolahin mereka, maka kelak mereka akan menjadi madrasah pertama dari seorang anak manusia. Karena itu, kalau kita bantu nyekolahin perempuan, itu seperti kita nyekolahin banyak anak,” tambahnya.

Selain aktif memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak perempuan di beberapa daerah di Indonesia, yayasan Dian juga aktif memberikan bantuan untuk komunitas-komunitas adat di Indonesia, salah satu proyek yang kini sedang dikerjakannya ialah penggalangan dana untuk membantu pembangunan instalasi jaringan air bersih di Sumba.

Saat ini artis yang lebih banyak berkecimpung di balik layar itu terpilih menjadi salah satu juri untuk ajang Kick Andy Heroes 2020. Dian bersama juri lainnya akan memilih sosok-sosok inspiratif yang telah berkontribusi untuk memajukan daerah dan layak mendapatkan anugerah penghargaan dari Kick Andy Heroes tahun ini.

“Aku harus mengalibrasi penilaian­ku dengan dua dewan juri lain yang memang masih berjiwa muda, kita malah banyak belajar dari para finalis, mereka mengusung ide yang sangat inspiratif dan banyak yang menginspirasi saya, baik dalam kegiatan sosial maupun dalam hidup saya pribadi,” pungkasnya. (M-1)

BERITA TERKAIT