07 March 2020, 19:08 WIB

Pemerintah: Belum Ada Obat Korona, Jaga Imunitas Paling Penting


Dhika kusuma winata | Humaniora

OTORITAS kesehatan di Tiongkok mengumumkan senyawa yang biasa digunakan untuk mengobati malaria bisa membantu mengatasi virus korona (Covid-19). Obat antimalaria chloroquine phosphate ditemukan memiliki efek penyembuhan pada pasien virus korona.

Juru bicara pemerintah RI untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan Tiongkok hingga saat ini memang tengah mencoba berbagai obat untuk keperluan penelitian. Chloroquine menjadi salah satu obat yang digunakan kepada pasien korona.

"Chloroquine dipakai di beberapa objek penelitian di Tiongkok. Tiongkok itu mencoba banyak obat, mereka pelajari virusnya lalu dicoba obat yang kira-kira cocok. Ya akhirnya mereka mengatakan pakai chloroquine ada yang sembuh," kata Yurianto di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Sabtu (7/3).

Namun, Yurianto mengatakan obat yang digunakan tersebut baru tahap uji coba yang belum direkomendasikan WHO atau bisa terbukti secara universal. Diperlukan kajian ilmiah dan uji klinis yang memakan waktu untuk sebuah obat bisa lolos uji klinis.

"Kan mesti ada kajian ilmiah. Itu bertahun-tahun untuk uji knilis dan lain sebagainya. Suatu obat yang jelas harus universal dipakai semua orang bisa sembuh, tidak hanya pada sebagian orang," tuturnya.

Menurut dia, cara melawan virus korona yang paling utama saat ini ialah menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh dengan pola hidup sehat. Ia mengatakan virus korona kecil kemungkinan bisa menginfeksi jika ketahanan tubuh dalam kondisi baik.

"Ada (pasien korona) yang tidak pakai (obat) apa-apa juga bisa sembuh karena paling utama itu imunitas tubuh kita," ucapnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT