07 March 2020, 23:20 WIB

Menelusuri Semesta di Ruang Imaji


Uca/M-4 | Weekend

RUANGAN itu dihiasi beragam benda langit yang terus bergerak.

Beberapa planet dan objek luar angkasa lain, seperti meteor dan komet, berjatuhan. Setiap derap langkah pengunjung di ruang itu akan diekori sebuah objek luar angkasa.

Pemandangan semacam itu bukan di Planetarium, melainkan salah satu ruang seni interaktif bernama Imagispace, wahana hiburan baru yang mengusung tema The universe of us. Ruang seni interaktif yang bertempat di Mal Gandaria City Lantai 2 itu mulai dibuka untuk umum sejak 1 Maret hingga 30 Juni 2020 mendatang.

Ruang seni inovatif pertama di Indonesia karya anak bangsa itu berusaha menyuguhkan pengalaman baru dalam menikmati seni yang lebih utuh dengan menggabungkannya lewat teknologi, pencahayaan, musik, serta sains. Di ruangan seluas 1600 meter persegi itu, sebanyak tujuh instalasi digital interaktif mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi seni sekaligus berimajinasi menggunakan kelima pancaindra.

Meskipun menggabungkan seni dengan teknologi bukanlah konsep yang baru, CEO SGE Live, Mervi Sumali, menyebut bahwa Imagi­space berbeda dalam hal konten. Mereka lebih menekankan kepada nilai edukatif. Di samping itu, Mervi menyebut Imagispace juga menghadirkan teknologi sensor sehingga memberi pengalaman yang lebih interaktif bagi pengunjung.

“Kalau yang lain mungkin selfie museum, kita lebih kepada edukasi dan menggunakan sensor. Pengunjung tidak hanya dapat melihat, merasakan, mendengar, dan meraba, tapi juga terinspirasi, teredukasi, dan memiliki kemampuan berkolaborasi melalui seni digital dan merasakan pengalaman baru,” terang Mervi, saat jumpa pers di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (28/2).

Ruang seni interaktif tersebut merupakan hasil kolaborasi SGE Live dengan seniman-seniman lokal yang tergabung dalam kolektif grup Narvvasita. Lebih dari 50 seniman digital tersebut berkolaborasi mewujudkan Imagispace, termasuk menyumbang musik latar yang mengiringi instalasi.
“Berkolaborasi sama artist-artist atau seniman lokal yang ada, lalu dengan teknologi integrasi antara projection dan sensor, jadilah,” ujar Representatif Nirvvasita, Nadine Manoe.

Penggalan pembuka tadi merupakan salah satu pengalaman yang akan dirasakan pengunjung ketika mengunjungi salah satu instalasi yang diangkat menjadi tema utama, yakni The universe of us. Instalasi yang mengeksplorasi alam semesta itu menggabungkan memori manusia dan animasi digital. Dimulai dari ledakan dahsyat (big bang), galaksi, hingga bumi, tempat manusia tinggal.

Dengan tampilan sinematik alam semesta tersebut, nantinya pengunjung memperoleh pengalaman interaktif menggunakan sensor tangan. Hal tersebut dimaksudkan bahwa semua yang berada dalam alam semesta memiliki keterhubungan satu sama lain.

“Dinding ini ada interaktifnya menggunakan sensor, akan ada planet. Kita dibawa ke luar angkasa, kemudian langit, ke hutan, kemudian kita juga masuk ke musim. Ada hamparan bunga yang akan ada di ruangan ini. Ruangan The universe of us ini digital interaktifnya menunjuk boks, akan ada interaksinya, akan ada pengaruh, ada planet yang meledak,” tutur Mervi.

Pengunjung yang ingin merasakan pengalaman seni interaktif di Imagispace akan dibagi ke dalam delapan sesi per harinya. Tiap sesi berlangsung selama 90 menit. Dibuka setiap hari mulai pukul 10.00-22.00. Tiket masuk Imagi­space dijual mulai Rp135 ribu pada hari biasa dan Rp155 ribu pada akhir pekan. (Uca/M-4)

BERITA TERKAIT