07 March 2020, 17:55 WIB

Harga Jahe Merah Tembus Rp70 Ribu 


Belvania Sianturi | Nusantara

HARGA jual jahe merah melonjak naik tajam hingga Rp70 ribu per kilogram (kg) di Pasar Horas dan Pasar Parluasan Pematangsiantar Sumatra Utara menyusul positifnya dua warga negara Indonesia terpapar virus korona dalam minggu ini.

Salah seorang pedagang sayur dan bumbu ditemui di Pasar Horas Pematangsiantar, (7/3) Silalahi mengaku telah menjual berbagai bumbu dapur dengan harga relatif tinggi karena banyaknya permintaan dari pembeli sedangkan pasokan dari Tanah Karo dan Simalungun terbatas.

"Jahe merah kami jual Rp70 ribu per kilogram, biasanya kami jual Rp30.000 per kilogram, telah naik harganya sejak informasi dua warga Indonesia di Depok yang terkena virus korona beberapa hari yang lalu. Sejak saat itu banyak sekali yang membeli jahe merah, kunyit dan temu lawakak, katanya berkhasiat buat obat untuk mengantisipasi virus korona", ujar Silalahi.

Temulawak yang biasanya dijual di Pasar Horas Rp15 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogram. Demikian juga dengan kunyit yang biasanya harga normal Rp15 ribu per kilogram dijual Simanjuntak enjadi Rp.25.000 per kilogram.

Seorang pembeli, Ibu Frisca mengaku bahwa berbagai jenis bumbu seperti jahe merah, temulawak, dan kunyit sangat bagus untuk menjaga stamina.

Sementara pedagang jenis bumbu lainnya, Delima mengatakan, bahwa ketiga jenis bumbu jahe merah, kunyit dan temu lawak paling dicari dan diminati. "Para pembeli jenis bumbu jahe merah dan temulawak kebanyakan adalah para Ibu dengan minimal pembelian 5 kg per jenis. Informasi nya dikirimkan ke keluarga dan sanak saudara yang memesan yang tinggal di sekitar Jabodetabek. Pengakuan para Ibu tersebut jahe merah dan temulawak sangat langka di Jakarta sehingga harganya sudah menembus di angka Rp100.000 per kilogram untuk jahe merah," sebutnya.

Ditambahkan Ibu Delima penyebab kelangkaan dan naik nya harga jenis bumbu-bumbuan jahe merah, kunyit dan temu lawak di Pematangsiantar khususnya di pasar pasar tradisional seperti Pasar Horas dan Pasar Parluasan karena sejumlah besar telah dikirim ke pasar-pasar yang ada sekitar Jabodetabek karena banyaknya permintaan dan pembeli. Akibatnya langka dan sulit mendapatkan nya di kota Pematangsiantar. (OL-12)
 

BERITA TERKAIT