07 March 2020, 17:53 WIB

Korona Bikin Harga Jahe Merah Naik Dua Kali Lipat di Siantar


Belvania Sianturi | Nusantara

Harga jual jahe merah melonjak naik tajam hingga Rp70.000 per kilogram (kg) di Pasar Horas dan Pasar Parluasan, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Melonjaknya harga jahe merah ini menyusul positifnya dua warga negara Indonesia terpapar virus korona dalam minggu ini.

Salah seorang pedagang sayur dan bumbu ditemui di Pasar Horas Pematangsiantar (7/3), Silalahi mengaku telah menjual berbagai bumbu dapur dengan harga relatif tinggi karena banyaknya permintaan dari pembeli. Sedangkan pasokan dari Tanah Karo dan Simalungun terbatas.

"Jahe merah  kami jual  Rp70.000 per kilogram, biasanya kami jual Rp30.000 per kilogram. Telah naik harganya sejak informasi terpapar virus korona dua warga Indonesia di Depok beberapa hari yang lalu. Sejak saat itu banyak sekali yang membeli jahe merah, kunyit, dan temu lawak. Katanya berkhasiat buat obat untuk mengantisipasi virus korona," ujar Silalahi.

Baca Juga: Menguak Khasiat Isi Mpon-Mpon yang Lagi Hits

 

Temulawak yang biasanya dijual di Pasar Horas Rp15.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram. Demikian juga dengan kunyit yang biasanya harga normal Rp15.000 per kilogram dijual Simanjuntak naik menjadi Rp25.000 per kilogram.

Seorang pembeli, Ibu Frisca mengaku bahwa berbagai jenis bumbu seperti jahe merah, temulawak dan kunyit sangat bagus untuk menjaga stamina dan
kesehatan sehingga diharapkan bisa menangkal virus korona.

Sementara pedagang jenis bumbu lainnya, Delima  mengatakan, bahwa ketiga jenis bumbu jahe merah, kunyit dan temu lawak paling dicari dan diminati. "Para pembeli jenis bumbu jahe merah dan temulawak kebanyakan adalah para ibu dengan minimal pembelian 5 kg per jenis. Informasi nya dikirimkan ke keluarga dan sanak saudara yang memesan yang tinggal di sekitar Jabodetabek. Pengakuan para Ibu tersebut, jahe merah dan temulawak sangat langka di Jakarta sehingga harganya sudah menembus di angka Rp100.000 per kilogram untuk jahe merah," sebutnya.

Baca Juga: Ini Mitos dan Fakta seputar Virus Korona

Ditambahkan ibu Delima, penyebab kelangkaan dan naiknya harga jenis bumbu-bumbuan jahe merah, kunyit, dan temu lawak di Pematangsiantar, khususnya di pasar pasar tradisional seperti Pasar Horas dan Pasar Parluasan, karena kebanyakan telah dikirim ke pasar-pasar yang ada sekitar Jabodetabek karena banyaknya permintaan dan pembeli. ''Akibatnya langka dan sulit mendapatkan nya di kota Pematangsiantar,'' ucapnya. (AP/OL-10)

BERITA TERKAIT