07 March 2020, 17:46 WIB

Ini 10 Mitos dan Fakta seputar Virus Korona


Ihfa Firdausya | Humaniora

BANYAK sekali mitos soal virus korona atau Covid-19. Masyarakat diharapkan dapat mempelajari hal-hal mengenai Covid-19 dari sumber yang terpercaya.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pun merilis seputar mitos dan fakta virus korona jenis baru ini di laman resmi mereka. Berikut beberapa di antaranya.

Mitos pertama, Covid-19 bisa menular lewat barang-barang produksi Tiongkok.

Faktanya, virus korona baru ini tidak dapat ditransmisikan melalui barang yang diproduksi di Tiongkok atau negara mana pun yang melaporkan kasus COVID-19.

Baca juga: Menguak Mitos Seputar Virus Corona

Menurut WHO, walaupun virus korona baru dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam atau hingga beberapa hari (tergantung pada jenis permukaan), sangat tidak mungkin virus bertahan di permukaan setelah dipindahkan, bepergian, dan terpapar pada kondisi dan suhu yang berbeda.

Jika kita merasa suatu permukaan benda di sekitar mungkin terkontaminasi, gunakan desinfektan untuk membersihkan. Setelah menyentuhnya, bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

Mitos kedua, Covid-19 bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Fakta: Virus ini tidak dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Menurut WHO, hingga saat ini belum ada informasi atau bukti yang menunjukkan bahwa Covid-19 dapat ditularkan oleh nyamuk. Ini adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui tetesan air liur atau keluarnya cairan dari hidung.

Baca juga: Virus Korona Merebak, Giliran Kota Betlehem Dikunci

Untuk melindungi diri, sering-seringlah membersihkan tangan dengan hand rub berbasis alkohol atau mencuci dengan sabun dan air. Selain itu, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang batuk dan bersin.

Mitos ketiga, lampu desinfeksi ultraviolet dapat membunuh virus korona baru.

Faktanya, lampu UV sebaiknya tidak digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya karena radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit.

Mitos keempat, menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh Anda dapat membunuh virus korona baru.

Faktanya, menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh Anda tidak akan membunuh virus yang telah memasuki tubuh Anda.

Menyemprotkan zat-zat semacam itu dapat merusak pakaian atau selaput lendir (misalnya mata dan mulut). Ketahuilah bahwa alkohol dan klorin dapat berguna untuk mendisinfeksi permukaan, tetapi perlu digunakan berdasarkan rekomendasi yang tepat.

Mitos kelima, hewan peliharaan di rumah menyebarkan Covid-19.

Faktanya, menurut WHO, tidak ada bukti hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus korona baru.

Baca juga: Artha Graha Peduli Bangun 10 Tenda Observasi Covid-19 di SCBD

Namun, kita harus mencuci tangan dengan sabun dan air setelah kontak dengan hewan peliharaan. Ini melindungi kita terhadap berbagai bakteri umum seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah di antara hewan peliharaan dan manusia.

Mitos keenam, vaksin pneumonia bisa melindungi Anda dari Covid-19.

Faktanya, vaksin terhadap pneumonia, seperti vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (Hib), tidak memberikan perlindungan terhadap virus korona baru.

Virus ini sangat baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksin sendiri. Para peneliti sedang mencoba mengembangkan vaksin melawan 2019-nCoV, dan WHO mendukung upaya mereka. Meskipun vaksin ini tidak efektif terhadap 2019-nCoV, vaksinasi terhadap penyakit pernapasan sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan Anda.

Mitos ketujuh, membilas hidung Anda dengan larutan garam dapat membantu mencegah infeksi Covid-19.

Faktanya, tidak ada bukti bahwa mencuci hidung dengan larutan garam secara teratur dapat melindungi orang dari infeksi virus korona baru. Ada beberapa bukti terbatas bahwa mencuci hidung dengan larutan garam secara teratur dapat membantu orang pulih lebih cepat dari flu biasa. Namun, membilas hidung secara teratur belum terbukti mencegah infeksi pernapasan.

Mitos kedelapan, antibiotik efektif mencegah dan mengobati virus korona baru.

Faktanya, antibiotik tidak bekerja melawan virus, tetapi hanya untuk bakteri.

Menurut WHO, virus korona baru (2019-nCoV) adalah virus sehingga antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan. Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit untuk 2019-nCoV, Anda mungkin menerima antibiotik karena koinfeksi bakteri mungkin terjadi.

Mitos kesembilan, makan bawang putih membantu mencegah infeksi virus korona baru.

Faktanya, menurut WHO, bawang putih memang makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti dari wabah saat ini bahwa makan bawang putih telah melindungi orang dari koronavirus baru.

Mitos kesepuluh, cuaca dingin dan salju bisa membunuh virus korona baru.

Faktanya, cuaca dingin tidak dapat membunuh virus korona baru atau penyakit lainnya.Menurut WHO Suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5° C hingga 37° C, terlepas dari suhu eksternal atau cuaca. Cara paling efektif untuk melindungi diri Anda dari koronavirus baru adalah dengan sering membersihkan tangan Anda dengan usapan berbasis alkohol atau mencucinya dengan sabun dan air. (X-15)

BERITA TERKAIT