07 March 2020, 17:37 WIB

Virus Korona Merebak, Giliran Kota Betlehem Dikunci


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

KOTA Betlehem di Tepi Barat yang diduduki Israel telah dikunci setelah beberapa kasus virus korona ditemukan dan pihak berwenang mengumumkan keadaan darurat.

Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila, Jumat (6/3), mengatakan total 16 kasus Covid-19 telah terdeteksi di Tepi Barat, termasuk sembilan kasus baru di Betlehem, menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Baca juga: Penangguhan sementara Umrah sesuai dengan Syariat

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan telah memberlakukan tindakan darurat di Betlehem dengan melarang semua orang memasuki atau meninggalkan kota. Kementerian menambahkan, "Penguncian telah diberlakukan dalam koordinasi dengan Otoritas Palestina (PA)."

Israel mengendalikan semua pintu masuk ke Tepi Barat, tetapi PA yang berbasis Ramallah memiliki otonomi terbatas di kota-kota.

Baca juga: Umat Beragama India Bahu-membahu Saling Melindungi

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengumumkan penguncian 30 hari, dengan mengatakan langkah-langkah itu penting untuk mengatasi penyakit itu.

Semua kecuali perjalanan penting gubernuran Palestina dilarang, sementara semua sekolah dan fasilitas pendidikan akan ditutup.

Taman umum dan lokasi wisata akan ditutup sementara acara olahraga besar, konferensi, dan pertemuan besar lainnya dibatalkan, Shtayyeh menambahkan.

Baca juga: 21 Orang di Kapal Pesiar AS Positif Virus Korona

Muhannad Qaisy, seorang warga Betlehem, mengatakan kepada Al Jazeera penguncian seperti itu bukan hal baru bagi orang Palestina yang selama ini telah diawasi oleh Israel.

"Sejujurnya, kita sudah terbiasa dengan tindakan seperti itu, berada di bawah penutupan, orang-orang tinggal di rumah selama beberapa malam, tetapi untuk alasan yang berbeda, karena kita hidup di bawah pendudukan," ujarnya. (Aljazeera/X-15)

 

 

BERITA TERKAIT