07 March 2020, 17:04 WIB

Artha Graha Peduli Bangun Display 3 RS Lapangan di SCBD


Ihfa Firdausya | Humaniora

SEBANYAK 3 tenda yang berfungsi sebagai Rumah Sakit Lapangan didirikan di kawasan SCBD lot 7, Jakarta. Tenda-tenda tersebut disiapkan oleh sektor privat, Artha Graha Peduli (AGP), sebagai salah satu langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19.

"Pendirian RS Lapangan ini sebagai langkah nyata AGP dalam mendukung pemerintah manghadapi wabah covid-19 dengan menyiapkan konsep rumah sakit lapangan dengan fasilitas yang lengkap," ujar Koordinator Tim Kesehatan Rumah Sakit Lapangan AGP Aulia di SCBD, Sabtu (7/3).

Baca juga: Waspada Korona, Ini Imbauan Anies buat Umat Nasrani dan Konghucu

Ben Rimba dari Pusat Kesehatan TNI menyebut bahwa pendirian tenda observasi Covid-19 ini adalah salah satu wujud daripada public private partnership. Dalam hal ini, katanya, pihak swasta berupaya membantu pemerintah dalam memberikan penanganan dan edukasi soal penyebaran virus Covid-19.

"Ke depan berbagai private sector bisa bahu membahu membantu pemerintah yang memang sudah luar biasa menangani ini. Jadi membantu menjadi lebih ringan sebab bila benar terjadi bencana, kita udah siap, private sector siap mendukung," katanya dalam kesempatan yang sama.

Baca juga: Pemerintah Terus Lacak Kontak Dekat Pasien Positif Korona

Menurut Ben, satu tenda dengan isolation chamber negative pressure bisa menampung empat pasien.

"Bila dipadatkan bisa enam pasien. Jadi tinggal dikalikan 10 tenda dengan isolation chamber negative pressure itu," jelasnya.

Dia juga memaparkan fasilitas-fasilitas yang tersedia sudah berstandar internasional. Terlebih, katanya, fasilitas-fasilitas yang tersedia adalah produk buatan dalam negeri.

"Memang ini menggunakan standar internasional dan sebagian besar produk dalam negeri tetapi dapat ISO, SNI, segala macam. Kita tidak berpikir yang jelek-jelek, tapi jika terjadi kita siap," imbuhnya.

Baca juga: Anggota Komisi Industri DPR Cek Masker di Apotek BUMN di Padang

Tenda observasi akan beroperasi selama 24 Jam mulai hari ini (7/3). Adapun fasilitas-fasilitas yang tersedia di antaranya ventilator, ruang intermediate, dan ruang observasi.

Staf ahli Kemenkes Alex Ginting, mengungkapkan tenda tersebut siap menampung mereka yang dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Dalam menghadapi infeksi yang sekarang beredar ini kita harus melihat case managementnya, ada ODP ada PDP. Jadi untuk ODP yang bergejala bisa ditampung di sini dan PDP yang bermasalah juga bisa ditampung di sini," jelasnya.

"Karena ini berada di wilayah dinas kesehatan DKI Jaya, tentunya tim surveilans, tim karantina, dan tim medik akan hadir sama-sama. Dan itu lepas dari tanggung jawab dinkes DKI maupun Kemenkes," pungkasnya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sempat mengunjungi tenda-tenda ini. "Yang saya bangga fasilitasnya produk dalam negeri," katanya saat berkeliling meninjau tenda-tenda tersebut. (X-15)

BERITA TERKAIT