07 March 2020, 16:55 WIB

Mentan SYL Incar Pasar Eropa untuk Jual Kopi Tanah Air


Putra Ananda | Ekonomi

HARGA komoditas biji kopi yang tinggi di Eropa membuat Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melirik Eropa sebagai pasar ekspor biji kopi yang potensial. Di Italia, harga biji kopi dihargai hingga Rp240 ribu  tiap kilo gram (kg).

"Saya baru dari Itali mengunjungi Roma. Harga kopi di sana senilai Rp240 ribu/kg. Sementara di sini paling cuma Rp80 ribu/kg," tutur Syahrul dalam acara Kujang Festival yang diadakan oleh PT Pupuk Kujang yang yang berlangsung di Cikampek, Karawang, Jawa barat (Jabar), Sabtu (7/3).

Baca juga: Cuma Bikin Melek, Kafein dalam Kopi tidak Pengaruhi Kreativitas

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran-jajaran Kementan yang mendampingi Syahrul yaitu Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fadjry Djufry, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono.

Baca juga: Warisan dari Kopi Jawa

Syahrul menegaskan, peluang kebutuhan biji kopi di Eropa harus bisa dimanfaatkan oleh petani kopi di Indonesia. Selain itu, perusahaan pupuk juga diminta untuk mendukung dengan cara memproduksi pupuk subsidi maupun nonsubsidi yang berkualitas agar hasil panen petani kopi semakin baik.

"Memang pupuk menjadi salah satu solusi. Karena pupuk itu adalah cara-cara bertani yang modern. Kita berharap dengan pupuk yang seimbang, pupuk dengan hasil riset yang terbaik, pupuk yang telah di olah dengan berbagai perencanaan yang telah terstruktur dengan baik, akan menghasilkan panen-panen pertanian yang lebih besar," ujarnya.

Baca juga: Dengan Iptek, Kopi Indonesia Bisa Merajai Dunia

Syahrul juga meminta kepada seluruh perusahaan pupuk yang ada agar mempersiapkan produk pupuk unggulan mereka masing-masing. Dengan begitu diharapkan industri pertanian dalam negri bisa meningkatkan jumlah produksi mereka untuk penuhi kecukupan konsumsi dalam negri dan kebutuhan ekspor.

"Tadi ada beberapa tempat yang saya lihat dan lewati jagungnya begitu besar. Ini tentunya karena pupuknya benar, kita bisa melihat kopi yang begitu enak, kopi itu juga hampir ada di semua tempat, paprika di Lembang itu sebenarnya memberikan contoh-contoh bagaimana sebenarnya rakyat bisa hidup lebih baik," tuturnya.

Menurut Syahrul, pertanian merupakan solusi kehidupan yang pasti. Industri pertanian dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi yang tinggi di dalam negri. Maka dari itu, setiap pejabat daerah mulai dari lurah, camat, bupati, walikota, hingga gubernur harus bersama-sama mendukung industri pertanian.

"Kalau mau negara ini hebat maka pertanian adalah salah satu jawabannya," paparnya. (X-15)

BERITA TERKAIT