07 March 2020, 16:18 WIB

Pemerintah Terus Lacak Kontak Dekat Pasien Positif Korona


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PEMERINTAH terus melakukan penelusuran (contact tracing) terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan empat pasien positif korona (Covid-19). Pelacakan dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus dan melokalisasinya di rumah sakit.

"Yang kami segera lakukan ialah mencari siapa orang yang pernah kontak dengan pasien positif. Orang yang pernah kontak dengan dia (pasien) inilah yang harus kita cari karena akan menjadi potensi untuk terjadinya penularan manakala tidak segera kita lakukan isolasi dan tes," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Sabtu (7/3).

Yurianto menegaskan sumber penularan paling utama ialah orang dengan positif virus korona. Sumber penularan ialah virus itu sendiri berdasarkan kontak dekat. Penularan paling cepat terjadi lewat partikel cairan droplet (air liur dan dahak) yang terpercik dari orang yang terinfeksi.

"Kami saat ini masih menelusuri selama ini pasien positif ke mana saja, siapa yang kontak dekat dengan dia. Kontak dekat bukan saudara dekat, bisa siapa saja, karena penularan terjadi jarak dekat pada saat ada droplet dari batuk, bersin, bicara, yang diterima orang lain," imbuh Yurianto.

"Untuk kasus 3 dan 4 kita cari lagi kontak dekatnya. Jumlahnya banyak. Untuk kasus 1 juga masih dicari apa dia punya subklaster misalnya kontak langsung dengan kasus 1 yang positif dan apa ada orang lain yang kontak tanpa melalui kasus 1, kita sedang cari," imbuhnya.

Baca juga: Empat Pasien Positif Korona Kondisinya Membaik

Sejauh ini, ujar Yuri, pihaknya mencatat masih ada 11 terduga positif korona yang seluruhnya telah di rawat di rumah sakit berbagai daerah. Lima orang di RSPI Sulianti Saroso Jakarta yang diperiksa bersamaan dengan kasus 3 dan 4. 

Satu terduga korona lain di Bandung berkaitan dengan kasus 1. Satu anak buah kapal Diamond Princess diisolasi di RS Persahabatan Jakarta. Empat sisanya tersebar di daerah lain.

"Untuk satu suspect di Bandung pernah ada kontak dengan kasus 1. Sampai saat ini statusnya suspect kami tetap tahan di rumah sakit sampai pemeriksaan berkali-kali untuk memastikan," tukas Yurianto. (A-2)

BERITA TERKAIT