07 March 2020, 15:02 WIB

Stok Daging masih Aman hingga 6 Bulan ke Depan


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

PELAKU usaha bisnis di bidang daging dan sapi, Yustinus Sadmoko menegaskan efek dari virus korona atau Covid-19 tidak terlalu berimbas pada kenaikan harga daging di pasaran.

Ia memastikan stok daging sapi yang diimpor dari Australia ini masih terkendali bahkan aman hingga 6 bulan ke depan. 

"Jadi segi suplai tidak terlalu khawatir dalam jangka pendek. Enam bulan ke depan stok impor sapi masih ada," jelas Yustinus dalam acara diskusi Corona dan Kondisi Kebutuhan Pokok Kita, di The Maj Senayan, Jakarta, Sabtu (7/3).

Menurutnya stok daging sapi di dalam negeri tidak terimbas virus korona. Pihaknya justru telah menambah stok daging untuk kebutuhan yang selalu meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri. 

"Biasnya satu bulan menjelang ramadhan kan sudah di stok, jadi kami masih confident," lanjutnya.

Setidaknya menurutnya, pemerintah belum ada pemberitahuan untuk menutup impor daging sehingga dipastikan pasokan daging aman.

Baca juga: Antisipasi Wabah, Kementan Perkuat Jejaring Lab Kesehatan Hewan

Di sisi lain, ia dan pengusaha lainnya justru khawatir dengan perilaku masyarakat dalam beberapa bulan ke depan. Contohnya ialah peningkatan permintaan jelang Ramadan ataupun panic buying yang juga terjadi beberapa hari yang lalu.

Hal ini terjadi karena tidak adanya pemberitahuan tentang kapan dibuka maupun ditutupnya arus impor. Hal itu cukup membingungkan pengusaha dan masyarakat terkait ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran.

Namun belajar dari pengalaman virus korona, Yustinus menginginkan pemerintah memberikan kepastian terkait impor. 

"Harus diumumkan impor ini misalnya mulai bulan apa-apa saja kita ambil impor, kapan dan seberapa banyak, jangan sampai ada yang mengambil keuntungan dari keadaan seperti ini," katanya. (A-2)

BERITA TERKAIT