07 March 2020, 14:50 WIB

Penangguhan sementara Umrah sesuai dengan Syariat


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

LANGKAH-LANGKAH yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman untuk sementara waktu menangguhkan umrah dan ziarah sepenuhnya mematuhi ketentuan-ketentuan syariat.

Hal itu ditekankan Imam dan Khatib Masjidil Haram di Makkah Sheikh Abdullah Al-Jihani.

Arab Saudi untuk sementara menangguhkan umrah dan ziarah sebagai tindakan pencegahan untuk membendung penyebaran epidemi virus korona (Covid-19).

Dalam khutbah Jumat (6/3) di Masjidil Haram, Sheikh Al-Jihani menekankan perlindungan jiwa adalah salah satu tanggung jawab besar penguasa dan ia memiliki kekuatan untuk menilai risiko setelah berkonsultasi dengan ulama dan pakar agama yang berpengetahuan luas.

Syekh Al-Jihani, dalam mendukung alasannya, memberikan contoh dari sejarah. Ia menceritakan kisah Khalifah Umar Ibn Al-Khattab ketika ia bepergian ke Negeri Syam (sekarang menjadi bagian dari Suriah, Libanon, Palestina, dan Yordania).

Dalam perjalanan, Khalifah Umar bertemu dengan komandan pasukan muslim, Abu Obeidah Bin Al-Jarrah dan beberapa sahabat Nabi.

Mereka memberi tahu Umar bahwa wabah telah merebak di Syam. Khalifah Umar kemudian berkonsultasi dengan para sahabat mencari nasihat dari yang tertua di antara mereka, tetapi mereka berbeda dalam pendapat mereka.

Kemudian Abdulrahman Ibn Owf maju dan berkata, "Saya memiliki pengetahuan tentang masalah ini. Saya mendengar Nabi (Muhammad) berkata, "Jika Anda mendengar tentang wabah epidemi di beberapa negeri, jangan bepergian ke negeri itu. Dan jika itu terjadi di tempat Anda berada, jangan lari (keluar) dari tempat itu ke daerah lain."

Baca juga: 21 Orang di Kapal Pesiar AS Positif Virus Korona

Sementara itu, khatib Masjid Nabawi di Madinah Salah Al-Budair mengatakan epidemi Covid-19 telah memberikan pukulan berat bagi dunia secara keseluruhan yang menyebabkan keprihatinan besar bagi populasi global.

Mengutip Haramain.info, dalam rangka merespons dan mencegah penyebaran virus korona, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan ditutup satu jam setelah isya dan dibuka kembali satu jam sebelum subuh.

Di samping itu, Mataf, area sekitar Kabah, dan jalur antara Safa dan Marwa akan ditutup sampai pemberitahuan selanjutnya.

Adapun bagi warga yang bermukim di Makkah akan diizinkan untuk salat dan berkunjung di Masjidil Haram.

Semua jemaah untuk sementara waktu dilarang untuk menunaikan umrah hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Dilarang untuk melakukan itikaf atau tidur di dalam Dua Masjid Suci. Begitu juga untuk mengonsumsi makanan atau minuman, dan Air Zam-zam tidak akan disediakan.

Bagian tua Masjid Nabawi akan ditutup (Ziarah dan permakaman Baqi). Sementara Rawda hanya akan dibuka untuk kegiatan salat. (Saudi Gazette/A-2)

BERITA TERKAIT