07 March 2020, 13:19 WIB

Formula E Tiongkok Batal, Jakarta?


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

PANITIA Penyelenggara atau Organizing Committee/OC Formula E Jakarta mempertimbangkan langkah membatalkan ajang balapan tersebut akibat virus korona (COVID-19). Rencananya, 6 Juni mendatang, Formula E bakal digelar di Monas.

“Kami sangat memerhatikan kondisi ini sehingga menjadi pertimbangan penting terhadap Jakarta E-Prix,” kata Director of Communication and Sustainability, OC Formula E Jakarta, Felicia Idama dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3).

Felicia mengatakan akibat merebaknya virus menular itu, event Formula E Sanya E-Prix di Tiongkok dibatalkan.

Rencananya event tersebut akan digelar pada 21 Maret 2020. Lalu Rome E-Prix di Roma, Italia yang seharusnya dilaksanakan pada 4 April juga dibatalkan.

Tepat tiga bulan menjelang kejuaraan Formula E Jakarta, kata Felicia, Jumat (6/3), OC berkomunikasi intensif bersama para pemangku kepentingan memantau situasi COVID-19.

Baca juga: Pengaspalan Monas untuk Formula E Kemungkinan Diundur

Termasuk berdiskusi dengan FEO (Formula E Operations) sebagai pemegang lisensi Formula E di seluruh dunia.

“Kami mempercayai penanganan terbaik COVID-19 dilakukan dengan bahu membahu oleh semua pihak. Di dalam negeri, kami memonitor dengan seksama semua kebijakan Pemerintah," imbuh Felicia.

"Selain itu, kami juga berkomunikasi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemprov DKI. Masukan-masukan melalui berbagai medium komunikasi, menjadi pertimbangan kami yang terus dikomunikasikan dengan FEO untuk mengambil langkah terbaik," tandasnya.

Felicia mengatakan berdasarkan data yang ia pantauan terakhir hingga Jumat (6/3), korban COVID-19 di seluruh dunia menyentuh angka 98.370 kasus. Setelah Cina, di urutan berikutnya Korea Selatan kemudian Italia.

Peningkatan ini signifikan dibanding pantauan tiga hari sebelumnya per Selasa (3/3/2020) yakni di angka 90.428 kasus menurut data yang dirangkum Johns Hopkins CSSE.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (29/2) menyatakan risiko COVID-19 sangat tinggi di dunia. Dalam sepekan berjalan, status ini masih pada posisi yang sama dan terus diwaspadai termasuk di Indonesia. (OL-1)

BERITA TERKAIT