07 March 2020, 14:15 WIB

Pemerintah Pastikan Pulangkan Anak Yatim Piatu Anggota IS Eks WNI


Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum

PEMERINTAH akan memulangkan anak-anak yatim piatu berkewarganegaraan Indonesia eks anggota Islamic State (IS). Negara diyakini bertanggung jawab atas mereka.

"Ada kebijakan anak yang yatim piatu akan dipulangkan. Anak-anak yang berusia 10 tahun ke bawah. Mereka belum akil balig, jadi belum punya identitas," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI, Donny Gahral Adian dalam diskusi IS dipulangkan atau dilupakan? di Jakarta, Sabtu (7/3).

Donny mengatakan, anak-anak yatim piatu itu merupakan tanggung jawab negara. Sebab, mereka telah menjadi anak terlantar karena sudah tidak memiliki ayah dan ibu.

Meski begitu, Donny menyebut anak-anak yatim piatu itu terlebih dahulu dipantau sebelum dipulangkan. Hal itu untuk memastikan kadar terpapar radikalisme.

Baca juga: Pemblokiran Paspor Eks IS Diproses

"Karena kita tidak tahu keterpaparan, artinya ada yang memang ikut saja ada yang kemungkinan sudah punya ideologi radikal. Ini betul-betul harus dipantau. Agar dia tidak menimbulkan masalah ketika dipulangkan," imbuh Donny.

Di sisi lain, Donny menyebut pemerintah belum memastikan pemulangan bagi anak yang piatu atau yatim. Saat ini, kata dia, pemerintah baru fokus terhadap anak yatim piatu.

"Priotitas yatim piatu, apakah yatim atau piatu masih dikaji tunggu saja hasilnya nanti akan disampaikan. Paling penting pemulangan anak-anak ini karena alasan kemanusiaan," ungkap dia.

Sementara itu, Donny menegaskan pemerintah tidak akan memulangkan anggota IS eks WNI, selain anak-anak. Mereka yang sudah pernah menjadi kombatan IS diyakini sudah bukan WNI.

"Presiden (Joko Widodo) dengan tegas tidak memulangkan. Artinya, presiden mementingkan keselamatan dan keamanan jutaan warga Indonesia di sini," pungkas dia. (OL-1)

BERITA TERKAIT