07 March 2020, 13:30 WIB

Kemenhub Bantah Kabar Ada Nakhoda di Tanjung Priok Positif Korona


Antara | Megapolitan

DIREKTORAT Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan membantah informasi adanya nakhoda kapal CMA CGM Virginia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, terindikasi virus korona.

"Informasi simpang siur yang beredar melalui percakapan di aplikasi WhatsApp, yang menyebutkan adanya nakhoda warga Ukraina terindikasi virus korona adalah informasi tidak benar dan menyesatkan," tegas Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub Ahmad di Jakarta, Sabtu (7/3).

Ahmad juga mengatakan kapal tersebut bersandar sudah sesuai standar dan prosedur pemeriksaan kapal asing terkait antisipasi virus korona dan tidak ada anak buah kapal (ABK) CMA CGM Virginia yang terindikasi virus korona.

"Sekali lagi, kami tegaskan informasi tersebut tidak benar. Kapal sandar di Pelabuhan Tanjung Priok tepatnya di Jakarta International Container Terminal (JICT) sudah mengikuti prosedur dan semua ABK dalam kondisi sehat," ujarnya.

Baca juga: Situs Korona buat Warga DKI

Ahmad menjelaskan kronologi kejadian tersebut berawal dari adanya pergantian nakhoda kapal sebelum kapal tersebut bertolak ke Tanjung Perak, Surabaya.

Bermula saat kapal CMA CGM Virginia dari Tiongkok sandar di JICT Tanjung Priok pada 5 Maret 2020 pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya diperiksa Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di zona karantina dan pada akhirnya diizinkan bersandar setelah ada clearance kesehatan dari KKP.

"Hasil observasi oleh KKP tidak ada ABK kapal yang terindikasi virus korona," kata Ahmad.

Selanjutnya, pada Jumat (6/3), surat persetujuan berlayar (SPB) diterbitkan Syahbandar Tanjung Priok dan ada pergantian nakhoda kapal sebelum kapal tersebut akan bertolak ke Pelabuhan Tanjung Perak.

Adapun nakhoda kapal pengganti tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan diketahui sedang sakit batuk sehingga agen kapal menelepon KKP yang langsung membawa nakhoda kapal pengganti ke Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC) Tanjung Priok.

"Hasil pemeriksaan dikatakan bahwa nakhoda kapal berkewarganegaraan Ukraina tersebut tidak terindikasi virus korona melainkan sakit flu biasa. Namun, nakhoda kapal tersebut masih diobservasi di Rumah Sakit JMC hingga saat ini," jelas Ahmad.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub terus melakukan sejumlah langkah guna mengantisipasi penyebaran virus Korona. Salah satu antisipasi penyebaran di wilayah pelabuhan Indonesia dengan menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor SE 8 Tahun 2020 tentang Langkah Siaga Hadapi Penyebaran Virus Corona di Wilayah Pelabuhan Indonesia. (OL-1)

BERITA TERKAIT