07 March 2020, 11:15 WIB

Melonjaknya Harga Masker Harus Jadi Pelajaran bagi Pemprov DKI


Yanti Nainggolan | Megapolitan

HARGA masker di Jakarta sempat melonjak tinggi. Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta berharap itu bisa menjadi pelajaran bagi Pemprov DKI.

Ketua Komisi B DPRD DKI Abdul Aziz mengungkapkan melonjaknya harga masker memang didasari oleh kelangkaan barang tersebut. Namun, seharusnya ada antisipasi dari awal.

"Tapi memang ini pelajaran buat kita semua. Jangan sampai terjadi lagi," ujar dia saat dihubungi, Jumat (7/3).

Politikus PKS tersebut berpendapat stok masker seyogyanya sudah ada. Pasalnya, masker menjadi kebutuhan penting saat ini.

Baca juga: Tidak Terbukti Timbun Masker, 25 Orang Dilepas Polisi

"Bukan kurang maksimal, tapi terlambat mengantisipasi," ungkap dia kepada Pemprov DKI.

Abdul menambahkan, DPRD sebelumnya sudah mengingatkan PD Pasar Jaya yang sempat mematok harga masker Rp300 ribu per pak. Bahkan, Pemprov sudah dminta memberi subsidi namun tidak digubris.

"BUMD ini bukan hanya mencari keuntungan, tapi bagaimana melayani masyarakat, khususnya warga DKI. Itu yang kami mengingatkan," beber dia.

Sebelumnya, PD Pasar Jaya sempat menjual masker dengan harga Rp300 ribu per boks. Namun, harga diturunkan menjadi Rp125 ribu di Pasar Pramuka.

Penurunan tersebut terjadi setelah PD Pasar Jaya melakukan operasi pasar. (OL-1)

BERITA TERKAIT