07 March 2020, 08:40 WIB

Investasi Tiongkok Turun, Indonesia Incar Negara Lain


Van/Ant/X-6 | Ekonomi

KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan realisasi investasi Tiongkok di Indonesia turun di awal tahun ini karena dampak mewabahnya virus korona baru (covid-19).

Sebagai antisipasi hal itu, Indonesia pun mengincar investasi dari sejumlah negara lain guna menggantikan penurunan investasi Tiongkok yang terdampak covid-19.

“Jadi, di tengah wabah korona ini jangan kita terlalu pesimistis. Jadi ternyata kita harus mencari pasar-pasar di negara lain. Eropa, Timur Tengah, kemudian Korea. Korea kan tidak semuanya kena, ya. Korea lagi bagus. Jepang, terus Singapura, dan dalam negeri,” kata Bahlil di Jakarta, kemarin.

Menurut Bahlil, upaya menyasar investasi dari negara lain di luar Tiongkok sudah sepatutnya dilakukan menyusul kondisi negara itu yang terisolasi sejak wabah korona terus menyebar.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu juga menyinggung adanya investasi besar yang akan masuk di tengah mewabahnya korona. Namun, ia enggan menyebut nama dan asal investor tersebut.

“Ini hampir pasti satu yang gede. Saya belum bicara nama perusahaan, tapi ini untuk membangun smelter sampai tingkat stainless steel. Investasi­nya gede, US$3 miliar-US$4 miliar. Negaranya di Asia,” ungkapnya.

Selain membidik investasi dari negara di luar Tiongkok, investasi dari dalam negeri juga akan terus digenjot. Bahlil menambahkan, potensi investasi dalam negeri perlu dioptimalkan dengan baik.

Sebelumnya, BKPM meng­akui wabah korona berdampak pada perekonomian global dan domestik. Sektor investasi Indonesia juga turut terdampak meski tidak begitu parahnya.

Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo mengatakan, dari sisi investasi di Indonesia, kegiatan operasional perusahaan mendapat imbas penurunan kegiatan transaksi.

Khususnya untuk kegiatan investasi yang memiliki hubung­an dagang atau suplai bahan material dari negara-negara yang tingkat infeksinya tinggi, seperti Tiongkok dan Korsel.

“Meski demikian, BKPM masih mencatat adanya minat investasi yang datang ke Indonesia,” ungkapnya melalui keterangan resmi kemarin. Hingga saat ini, BKPM belum mencatat angka pasti terkait dampak korona terhadap investasi.” tukas Rizal. (Van/Ant/X-6)

BERITA TERKAIT