07 March 2020, 07:50 WIB

Warga Saling Menguatkan


Sitria Hamid | Humaniora

DENGAN cepat undangan itu menyebar dari orang ke orang melalui pesan singkat Whatsapp.

Undangan berlatar hijau itu ialah ajakan mengikuti olahraga (senam tera) bersama Pemkot Depok dan virologis Indro Cahyono sekaligus kumpul bareng warga Perumahan Studio Alam Indah (SAI).

“Tujuannya ialah membuktikan kepada dunia bahwa kita sehat, kita kuat, kita tidak mau kalah dengan virus korona. Iya, Minggu (8/3), ada senam untuk mengobati psikis warga karena kami terpukul. Kami ingin mengatakan situasi aman. Perasaan kami sudah enak setelah kejadian itu,” kata Anis Hidayah, warga Perumahan SAI kepada Media Indonesia, kemarin.

Warga SAI terpukul dengan berita simpang siur terkait dengan pasien korona yang menyebar secara sporadis di media sosial juga perbincangan di masyarakat. Anis berharap seluruh warga perumahan mengikuti kegiatan itu. Warga dari luar pun dipersilakan bergabung.

“Kita bergandengan bersama, saling menguatkan, tidak takut, tidak panik, dan yang penting waspada. Kami berkeyakinan ­orang yang positif korona 98% bisa sembuh. Jadi, jangan disikapi berlebihan,” lanjut Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care itu.

Pesan yang disampaikan lewat undangan warga SAI itu mirip seperti meme yang trending di jagat Twitter sepekan setelah serangan teroris di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016 silam.

Waktu itu warganet ramai-ramai mengampanyekan tagar #prayforjakarta, #kamitidaktakut, atau #Indonesiaunite untuk meng ungkapkan kesatuan Indonesia dan meminta warga untuk tidak gentar terhadap aksi terorisme.

Arena car free day di Jl Sudirman-Thamrin, Jakarta, juga nanti diramaikan sosialisasi upaya masyarakat dalam mencegah korona.

“Pendirian panggung atau acara di luar olahraga kami setop dulu. Ya, agar warga paham bahwa yang penting itu menjaga kebersihan. Warga yang bersih semakin kecil potensinya tertular virus ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Dari Denpasar, ada kegiatan We Love Bali Movement dengan gelaran musik dan festival kuliner yang melibatkan warga untuk membangkitkan kembali animo pariwisata.

“Bali harus bangkit dari dampak virus yang mewabah ini. Kita keluar dari bayang-bayang korona agar turis kembali datang ke Bali,” ungkap Gubernur Bali I Wayan Koster, kemarin.

Pengawasan

Kondisi dua pasien positif korona di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, semakin membaik.

“Keadaan pasien sampai hari ini (kemarin) tidak demam, tidak sakit tenggorokan, dan tidak sesak napas. Kedua pasien bisa berkomunikasi dengan baik menggunakan ponsel,” kata Dirut RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril.

Di sisi lain, juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, menyampaikan adanya dua pasien baru positif korona sehingga seluruhnya menjadi empat orang.

“Kami sebut kasus 3 dan kasus 4. Keluhan mereka batuk, pilek, dan tidak sesak napas. Kami juga sedang menelusuri orang-orang yang kontak dengan pasien kasus 3 dan kasus 4 ini,” ujar Yuri, sapaan Achmad Yurianto.

Yuri melanjutkan pemerintah juga mengawasi 11 orang terduga lain di Jakarta, Bandung, dan sejumlah kota. “Total terduga 13 orang. Dua di antaranya positif, yakni kasus 3 dan kasus 4. Tinggal 11 terduga. Satu dirawat di Ban dung, satu ABK di kapal Diamond Princess, dan sisanya ada di beberapa tempat.” (Put/Dhk/OL/X-3)

 

BERITA TERKAIT