07 March 2020, 00:05 WIB

Gerak Cepat Polri Evakuasi Warga Dari Ancaman KKB


Media Indonesia | Nusantara

GERAK cepat anggota Polri memberikan rasa aman kepada masyarakat di kawasan Timika, Papua.

Hal itu terlihat ketika mereka melakukan evakuasi sekitar 800 anggota masyarakat pegunungan wilayah Timika, Papua, ke Kota Timika. Pasca aksi penyerangan dan penembakan Polsek Tembagapura oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Senin (2/3), membuat masyarakat ikut terdampak.

Dalam siaran pers yang dilansir Mabes Polri di Jakarta, Jumat (6/3), Polri menyebutkan kehadiran anggota-anggotanya itu karena ada ketakutan dan keresahan masyarakat akibat teror KKB. Kekejaman serta intimidasi sering dialami masyarakat pegunungan Timika, Papua. Untuk itulah penduduk di wilayah pegunungan Timika meliputi Desa Utikini, Desa Banti, dan Desa Kimbely 

Langkah evakuasi ini diawali ketika pada pukul 05.00 WIT personel piket dan siaga Polsek Tembagapura melihat 30 orang pegunungan Timika melewati jalur dari Utiikini menuju Polsek Tembagapura. Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto menuturkan, masyarakat meminta perlindungan karena ada intimidasi pihak KKB.

"Suasana di kampung sudah tidak nyaman, terkait adanya KKB yang sudah menempati dan mengganggu masyarakat. Bahkan mereka meminta makanan dengan paksa dan tak segan menodongkan senjata ke arah warga," ujar AKP Hermanto seraya menambahkan kalau pihaknya bekerja sama dengan Satgas Ops Nemangkawi Polri dan jajaran Polda Papua dalam melakukan evakuasi tersebut.

AKP Hermanto menuturkan hingga pukul 18.00 WIT ada sekitar 800 warga yang mengungsi terdiri dari anak-anak, wanita, pria. Para pengungsi dari Kampung Longsoran, Kampung Batu Besar, dan Kimbeli. Kemungkinan masih akan ada lagi pengungsi dari Kampung Banti.

"Selanjutnya di Timika sudah disiapkan sejumlah truk untuk mengantar hingga ke kediaman mereka di Kota Timika seperti ke (wilayah transmigrasi) SP 5, (wilayah transmigrasi) SP 12, Kampung Kwamki, dan daerah lain," imbuh AKP Hermanto.

Di sisi lain warga pun mengapresiasi aksi gerak cepat aparat kepolisian. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah jaga dan kasih kami makan, sekaligus antar kami ke Kota Timika. Di kampung kami takut dan tidak aman. Kasihan anak-anak kami," ungkap Agus Beanal, tokoh pemuda Wabanti. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT