07 March 2020, 01:40 WIB

Biden-Sanders Terdepan, Warren Mundur


AFP/Nur/Hym/I-1 | Internasional

SENATOR Massachusetts, Elizabeth Warren, yang pernah menjadi favorit untuk memenangi nominasi presiden dari Partai Demokrat, keluar dari pertarungan kandidat calon presiden yang akan melawan Presiden AS Do­nald Trump, Kamis (5/3).

Mundurnya anggota parlemen ber­usia 70 tahun itu pun kemudian membuat kontes Demokrat sebagai duel dari dua kandidat antara mantan Wakil Presiden AS Joe Biden dan Senator Vermont Bernie Sanders.

“Saya menghentikan kampanye saya,” kata Warren, menyusul penampilannya yang mengecewakan di pemilihan pendahuluan pada Super Tuesday.

Warren mengatakan dia belum siap untuk mendukung salah satu dari dua kandidat utama yang tersisa, yaitu Biden dan Sanders. “Kita tidak harus memutuskan itu saat ini. Saya ingin mengambil sedikit waktu,” katanya.

Mundurnya Warren pun langsung mendapat respons dari Biden dan San­ders yang memuji Warren melalui akun Twitter mereka.

“Senator @EWarren adalah pejuang paling sengit untuk keluarga kelas menengah,” kata Biden. “Karyanya di Washington, di Massachusetts, dan di jalur kampanye telah membuat perbedaan nyata dalam kehidupan masyarakat,” ucapnya.

Dukungan Sanders

Sanders mengatakan bahwa Warren telah menjalankan kampanye ide-ide yang luar biasa, menuntut agar orang kaya membayar bagiannya secara adil, mengakhiri korupsi di Washington, menjamin perawatan kesehatan untuk semua orang, menangani perubahan iklim, menangani krisis utang pelajar, dan dengan penuh semangat melindungi hak-hak perempuan.

“Tanpa dia, gerakan progresif tidak akan sekuat seperti sekarang ini,” kata Sanders.
Mundurnya Warren terjadi setelah ia gagal memenangi satu negara bagian pada Super Tuesday, termasuk miliknya, di Massachusetts.

Keputusannya untuk mundur dari pertarungan kontes Demokrat terjadi sehari setelah mantan Wali Kota New York, Michael Bloomberg, juga mundur karena hasil Super Tuesday yang mengecewakan.

Keluarnya Warren hanya menyisakan satu kandidat perempuan, yakni Tulsi Gabbard. Namun, anggota kong­res Hawaii itu tidak pernah menjadi kandidat yang diperhitungkan, polling-nya kurang dari 1%.

Warren menyesal tidak akan ada perempuan di posisi teratas dalam tiket Demokrat untuk melawan Donald, Trump November mendatang. “Bagian tersulit dari ini adalah semua gadis kecil yang harus menunggu empat tahun lagi,” kata Warren. (AFP/Nur/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT