06 March 2020, 23:18 WIB

Kerja Sama Antarpihak Perlu untuk Pengembangan Guru


Ilham Pratama Putra | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diminta menggandeng komunitas pengembang guru, guna mendukung kebijakan Organisasi Penggerak dan Sekolah Penggerak yang bakal diluncurkan dalam waktu dekat.

Pemerhati Pendidikan dari Sekolah Cikal, Najelaa Shihab menyebut, kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan diperlukan. Agar pengembangan kepada guru menjadi maksimal.

"Jadi pemerintah memang harus membuka diri untuk berkolaborasi dengan dengan komunitas dan organisasi masyarakat," kata Najelaa di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat 6 Maret 2020.

Pendiri komunitas Semua Guru Semua Murid (SGSM) ini menyampaikan, saat ini jaringan komunitas pendidikan begitu luas. Setidaknya saat ini sudah ada 700 komunitas pendidikan

Baca juga : Ketika Guru Mendidik dengan Cinta

"Dan kira-kira ada 40 yang memang bergerak di bidang pengembangan guru. Harapannya banyak inovasi yang dilakukan oleh komunitas nantinya untuk pengembangan," kata dia.

Menurutnya, sejauh ini implementasi dari komunitas masih dirasa kurang. Dia berharap kolaborasi dengan pemerintah ini akan berlangsung positif untuk kebijakan Organisasi Penggerak dan Sekolah Penggerak.

Rumah Wijaya adalah ruang publik dengan gagasan kemajuan dan kebaruan yang diinisiasi Deepspace.co bersama Ganara Art. Rumah Wijaya dapat menjadi melting pot bagi berbagai organisasi dan komunitas yang memiliki spirit untuk memberikan dampak sosial bagi sekitar.  
 
Rumah Wijaya yang berlokasi di Jalan Wijaya V No 6 diresmikan oleh Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali. Kolaborasi di Rumah Wijaya diharapkan dapat memberi dampak yang berkelanjutan, melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang bisa melihat dari berbagai sudut pandang dan terbuka akan pendekatan serta pemikiran baru, baik lewat seni maupun teknologi. (Medcom/OL-7)

BERITA TERKAIT