06 March 2020, 22:21 WIB

Keluarga Korban Anggap Bentrokan di Desa Sandosi sebagai Musibah


Alexander P Taum | Nusantara

BUPATI Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Anton Gege Hadjon, menghadiri pemakaman enam korban bentrok warga di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama,

Sebanyak lima di antaranya dimakamkan secara terpisah di Desa Sandosi. Sedangkan satu korban lainnya dimakamkan di Desa Tobitika.

Baca juga: Berselisih Pencabutan Pohon Kelapa, Enam Warga Flores Timur Tewas

Seusai penguburan, Bupati Anton Gege Hajon, mengatakan pihak keluarga korban telah mengakui bentrokan berdarah di Desa Sandosi adalah musibah yang harus ditanggung pihak keluarga. Pihak keluarga korban berjanji akan tetap menjaga suasana kondusif pascabentrokan berdarah itu.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat, Desa Sandosi dan sekitarnya, mari sama-sama menjaga suasana yang aman dan damai. Memang kondisi itu sudah terjadi dan kita sudah dengar semua keluarga punya penyampaian, bahwa ini musibah yang harus mereka jalani, dan mereka juga memastikan, untuk tetap menjaga supaya kondisi semua baik,” ujar Anton.  

Baca juga: Brimob Maumere & Lembata Ikut Bantu Jaga Keamanan di Desa Sandosi

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja maksimal sejak peristiwa bentrokan, evakuasi, hingga pemakaman.

"Semuanya bekerja maksimal sejak kejadian, kemudian dievakuasi dan berjalan dengan baik. Mari kita jaga suasana ini," ujar dia. (X-15)

BERITA TERKAIT