07 March 2020, 00:40 WIB

KOI Berambisi Kirim Banyak Atlet


Akmal Fauzi | Olahraga

KETUA Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengungkapkan saat ini ada 31 atlet Merah Putih yang berpotensi bisa tampil di Olimpiade 2020 yang akan digelar di Jepang pada Juli-Agustus.

Menurut pria yang akrab disapa Okto itu, jumlah tersebut lebih banyak jika dibandingkan saat Indonesia berpartisipasi di Olimpiade 2016 yang berlangsung di Brasil.

“Pada 2016 ketika saya menjadi CdM Indonesia, kita hanya membawa 28 orang atlet. Di Jepang kita bisa lebih dari itu. Hari ini mungkin potensi bisa 31, mungkin bisa lebih,” kata Okto di Jakarta, kemarin.

Dia pun bertekad semaksimal mungkin untuk bisa mengirimkan lebih banyak atlet ke Jepang. Saat ini sejumlah cabang olahraga yang tercatat sudah mengantongi tiket Olimpiade ialah bulu tangkis, menembak, atletik, panahan, dan angkat besi.

Saat disinggung mengenai wabah virus korona, Okto mengaku itu memang jadi sorotan pihaknya. Apalagi, kata dia, ancaman korona membuat beberapa lokasi penyelenggaraan ajang kualifikasi Olimpiade diubah. Rencana latihan atlet Indonesia di luar negeri pun ikut kena imbas.

Okto mengatakan perpindah­an lokasi itu pasti merugikan dari sisi anggaran. Dia meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk kembali menyesuaikan penganggaran sesuai kebutuhan saat ini.

Okto juga meminta cabang olahraga yang sudah memastikan atletnya lolos ke Olimpiade untuk fokus mempersiapkan pemusatan latihan tanpa harus khawatir dengan korona.

Terkait dengan penganggaran yang dibahas Okto, Kemenpora mengaku telah mengimbau induk olahraga untuk bisa menjadwal ulang kejuaraan yang akan diikuti di luar negeri.

Namun, menurut Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti, keputusan tetap diserahkan kepada setiap cabang olahraga. Pihaknya hanya mengimbau, sementara keputusan akhir ada di tangan pengurus cabang olahraga itu sendiri.

Tepat waktu

Soal penundaan waktu pelaksanaan Olimpiade karena korona, Okto memastikan itu tidak akan terjadi. Dia mengatakan Olimpiade akan digelar tepat waktu dan itu telah disampaikan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC).

“Presiden IOC (Thomas Bach) mengatakan akan tetap terlaksana Olimpiade dengan waktu yang sudah ditentukan. Jadi Olimpiade akan tetap berjalan sebagaimana seharusnya,” kata Okto.

Dari Jepang, panitia penyelenggara Olimpiade (Tokyo 2020) menyatakan seluruh pembangunan arena untuk Olimpiade dan juga Paralimpiade 2020 telah rampung. Kepastian itu disampaikan di tengah adanya keraguan Olimpiade bisa berlangsung tepat waktu.

Arena terakhir yang telah selesai pengerjaannya ialah Stadion Akuatik Tokyo untuk nomor pertandingan renang, renang artistik, dan loncat indah. Pembangunan Stadion Akuatik Tokyo tercatat menelan­ anggaran sebesar US$523 juta (Rp7,51 miliar) dan berkapasitas 15 ribu penonton. (Ant/AFP/R-3)

BERITA TERKAIT