06 March 2020, 23:20 WIB

Situs Korona buat Warga DKI


Put/J-2 | Megapolitan

MENINDAKLANJUTI permintaan warga yang menginginkan kelengkapan informasi terkait korona, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan situs resmi corona.jakarta.go.id yang bisa diakses setiap saat.

Situs tersebut berisi informasi jumlah warga DKI yang dalam tahapan pemantauan dan pengawasan, yang sudah sembuh dan dinyatakan selesai dipantau atau diawasi, serta dilengkapi dengan infografis.

“Kami luncurkan microsite untuk virus korona ini. Dari tampilan, dapat dilihat apa itu covid-19, berapa yang sedang dalam pemantauan,” papar Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik DKI Atika di Balai Kota, kemarin.

Dalam situs corona.jakarta.go.id, ditayangkan infografis mengenai cara pencegahan penularan virus korona di tempat-tempat umum. Selain itu, terdapat juga informasi nomor darurat yang dapat dihubungi warga apabila hendak berkonsultasi mengenai virus korona.

“Ada juga titik-titik promosi preventif yang didirikan oleh Pemprov DKI yang bisa didatangi langsung oleh masyarakat,” lanjut Atika.

Titik-titik promosi preventif itu terdapat di semua wilayah. Di Jakar-ta Utara, Mal Kelapa Gading 1 dan 2, Jakarta Barat di Stasiun Kota, Mal Central Park, dan Glodok.

Selanjutnya, di Jakarta Timur, Pasar Balimester dan Mal Basura, Jakarta Selatan di Stasiun Manggarai, Mal Kota Kasablanka serta Mal Gandaria City, sementara wilayah Jakarta Pusat ada di Thamrin City, Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Gambir, serta Halte Harmoni.

Saat Media Indonesia mencoba mengakses situs corona.jakarta.go.id, kemarin, pukul 16.45 WIB, sempat mengalami kendala. Di layar tertera pemberitahuan ‘Your PHP installation appears to be missing the MySol estension which is required by WordPress’.      

SOP acara

Mencegah penularan intensif virus korona lewat pertemuan massal, Pemprov DKI juga menyiapkan edaran berisi standard operating procedure/standar operasional prosedur (SOP) terkait penyelenggaraan acara seperti konser dan sejenisnya.

“SOP sudah selesai dibuat. Nanti Pak Gubernur akan tandatangan. Nah, ini sedang didiskusikan dengan biro hukum apakah bentuknya instruksi gubernur atau peraturan gubernur supaya cukup mengikat,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Cucu Ahmad Kurnia.

Dalam SOP, diatur kategori acara yang diizinkan dan yang tidak bisa diselenggarakan. Cucu menjelaskan Pemprov DKI mengacu pada petunjuk WHO, yakni memberikan izin penyelenggara bilamana dapat menyediakan ruang minimal satu meter persegi bagi setiap pengunjung.

“Kalau konser berdiri, kan, agak padat. Misalnya, kalau 500 orang yang datang, tentu areanya harus minimal 500 meter persegi. Kalau di area seluas itu orangnya lebih banyak dan kita kategorikan sangat padat, acara bisa kita batalkan,” jelas Cucu. (Put/J-2)

 

BERITA TERKAIT