06 March 2020, 18:51 WIB

Pasien Meninggal di RS Sardjito Diduga Kena Serangan Jantung


Ardy | Nusantara

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUP Sardjito meninggal dunia. Pasien tersebut telah dinyatakan negatif Covid-19 dan penyebab meninggalnya adalah karena serangan jantung.

"Pasien tersebut meninggal pada Kamis (5/3) 11.30 dan Litbangkes menyatakan pasien negatif Covid-19 (malam harinya), sekitar pukul 19.30," terang Banu saat konferensi pers di RSUP Sardjito, Jumat (6/3).

Pasien saat ini sudah dibawa pulang oleh keluarganya pada tanggal 6 Maret dari RSUP Dr Sardjito pukul 04.30 WIB keluar dari Instalasi Kedokteran Forensik. Pasien diterbangkan dengan pesawat ke Bengkulu sekitar pukul 8 pagi.

Baca juga: Lindungi Pasien Korona

Ia menjelaskan, perlakuan kepada jenazah saat itu sesuai dengan standar  penanganan Covid-19 karena pada saat itu belum ada konfirmasi dari Litbankes. Setelah ada konfirmasi dari Litbangkes, RSUP Sardjito menyampaikannya kepada pihak keluarga.

Pasien yang meninggal dunia berasal dari Bengkulu yang tinggal di Bantul. Pasien tersebut adalah seorang ibu bernama R. Usianya 74 tahun. Masuk ke RSUP Dr Sardjito pada hari Senin (2 Maret) pukul 09.30 WIB, rujukan dari RSUD Jogja (Wirosaban).

Dalam penanganan di RSUP Dr Sardjito, pasien tersebut saat masuk mengalamisesak nafas dan demam. Pasien memiliki riwayat perjalanan umroh tiga harisebelum masuk rumah sakit. Rombongan umroh yang diikuti pasien ini sempattransit di Malaysia satu malam.

Kondisi pasien mengalami demam, batuk, dan sesak nafas ditambah pernah masuk negara yang terdapat Covid-19. Dalam pemeriksaan awal, tim medis mencurigai adanya virus Mers-Cov, namun tim medis tetap mewaspadai adanya kemungkinan terjangkit Covid-19.

Setelah dilakukan pemeriksaan selama tiga hari perawatan, hasil pemeriksaan fisik dan penunjang laborat maupun rontgen di RSUP Dr Sardjito mengindikasikan pasien mengalami radang paru ke arah infeksi bakteri dan bukan mengarah ke Covid-19. Hasil tersebut didukung dari hasil pemeriksaan Litbangkes yang diterima tanggal 5 Maret yang menyatakan pasien tersebut negatif Covid-19.

Saat ini, RSUP Sardjito juga tengah mengisolasi pasien berwarga negara Jepang. Ia masuk RSUP Sardjito pada 3 Maret pukul 15.30 WIB. "Dapat kami sampaikan bahwa saat ini yang bersangkutan masih dirawat di Ruang Isolasi RSUP Dr Sardjito," kata Banu.

Kondisi terakhir, mahasiswa Jepang tersebut sudah tidak panas dan stabil. Tim medis telah melakukan lab swab covid dan serum, rontgen dan pemeriksaan laboratorium rutin. Hasil pemeriksaan swab covid belum keluar dari Litbangkes.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mensikapi Covid-19 dengan tenang dan tidak panik," kata dia. Koordinasi lintas fungsi telah dilakukandengan baik oleh Kemenkes, dinas terkait, maupun rumah sakit jejaring yang ada. Cuci tangan dengan baik dan benar akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dr Munawar menyebutkan secara klinis, kondisi pasien membaik, tidak demam dan sesak nafas.

"Sementara tentang pasien yang meninggal dalam waktu yang cepat. Henti nafas begitu cepat. Sudden cardiac death.

Menurutnya, diagnosis tersebut sangat mungkin karena pasien punya riwayat Hipokalemia dan dulu pernah ada gangguan jantung. "Semacam luka lama, sehingga pada kasus seperti ini sangat mungkin terjadi serangan jantung," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT