06 March 2020, 17:41 WIB

Dai di Aceh Diminta Sampaikan Covid-19 Proporsional


Amiruddin A Ruebee | Humaniora

PEMERINTAH Provinsi Aceh meminta dai dan khatib Jumat menyampaikan pesan menenangkan masyarakat mengenai isu virus korona (covid-19). Jangaan dibesar-besarkan dan menakutkan sehingga menimbulkan kepanikan. Ceramah disampaikan dalam bentuk nasihat dan mendidik. Antara lain menabur pesan menenangkan hati, menyampaikan kesejukan untuk mewaspadai virus berbahaya corona tersebut.

Mulai pekan depan Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, akan mengirim khatib jumat untuk disebarkan ke 23 kanupate/kota di Serambi Mekkah itu. Para khatib akan mengisi mimbar-mimbar khutbah guna menghimbau secara pendekatan agama  mensikapi fenomena covid-19.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, DR EMK Alidar, disela sela rapat penanganan covid-19 di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Ibukota Provinsi Aceh, Jumat (6/3).

Melalui mimbar khutbah diharapkan masyarakat Aceh bisa menghilangkan rasa ketakutan berlebihan. Sekaligus menangkal isu hoak yang tidak bertanggung jawab terkait korona.

Alidar mengharapkan para lhatib juga menghimbau warga untuk melakukan Qunut Nazilah setiap salat fardhu agar terhindar dari bala atau musibah, termasuk virus korona. Dengan pertolongan Yang Maha Kuasa, diyakini ancaman virus matikan tersebut bisa terlewati dengan selamat.

Tidak luput pula melalui mimbar Jumat atau podi dakwah dapat mengajak masyarakat Aceh untuk mengutamakam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kemudian meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola makan dan pola hidup sehat.

"Minggu depan, kita menurunkan khatib dari provinsi ke kabupaten/kota untuk memsosialisasi terkait virus korona" janji Alidar. (OL-13)

BERITA TERKAIT