06 March 2020, 17:25 WIB

Mengenal Istilah Seputar COVID-19


Bintang Krisanti | Weekend

INFORMASI dan berita seputar wabah COVID-19 di Tanah Air, begitu derasnya. Meski begitu dengan banyaknya istilah baru yang dikeluarkan pemerintah maupun tenaga medis, arus informasi itu malah bisa membingungkan bagi mereka yang awam.

Alih-alih mencerahkan, pengguna informasi justru bisa makin bingung dan salah tafsir. Berikut beberapa istilah terkait wabah virus korona dan penanggulangannya, yang dihimpun dari sejumlah keterangan pejabat Kemenkes:

- Orang dalam pemantauan (ODP)
Semua orang yang masuk ke Indonesia, baik WNI maupun WNA, yang berasal dari negara yang sudah diyakini terjadi penularan COVID-19 antar manusia. Negara tersebut antara lain, Tiongkok, Korea, Jepang, Iran, Italia, Singapura, dan Malaysia. ODP hanya diisolasi di rumah atau di rumah sakit non-rujukan.

- Pasien dalam pengawasan (PDP)
Saat ODP menunjukkan gejala sakit dengan gejala yang mengarah ke influenza sedang atau berat, seperti batuk, flu, demam, dan sesak nafa maka statusnya menjadi pasien dalam pengawasan (PDP). PDP harus mendapat perawatan di RS rujukan COVID-19. 

- Suspek
Saat PDP memiliki riwayat kontak dengan orang lain yang telah terkonfirmasi positif COVID-19. Setelah dinyatakan suspek maka dilakukan pemeriksaan spesimen. Belakangan, pejabat Kemenkes menyatakan jika pemeriksaan spesimen juga dapat dilakukan pada PDP.

- Pengambilan spesimen 
Spesimen diambil dari tiga tempat, yakni dinding belakang hidung, mulut, dan bronkoskopi (tindakan untuk mendapatkan visual trakea dan bronkus dengan alat bronkoskop). Spesimen tersebut diperiksa dengan 2 metode, yakni polymerase chain reaction (PCR) dan genom sequencing (pengurutan DNA). Pemeriksaan dengan metode ini disebutkan memakan waktu 2-3 hari. Namun pada pemeriksaan tukang kebun dan ART dari pasien 01 dan 02, hasil sudah keluar dalam waktu semalam. Di sejumlah kasus suspek di Indonesia, disebutkan jika pemeriksaan dilakukan dengan sampel darah. Sementara Tiongkok, sejak beberapa saat lalu mengandalkan pemeriksaan CT Scan karena sudah memberikan hasil meski tanpa adanya gejala pneumonia. (M-1)

BERITA TERKAIT