06 March 2020, 17:13 WIB

Ini Gejala Harian Virus Korona, Kapan Perlu ke Dokter?


Ihfa Firdausya | Humaniora

Ketua Magister Kesehatan Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr dr Dewi Sumaryani Soemarko MS SpOK  mengajak masyarakat untuk mengenali gejala-gejala harian dari Covid-19. Terlebih, katanya, ketika daya tahan tubuh kita sedang lemah.

Pada hari pertama, kata dr. Dewi, pasien mengalami beberapa masalah seperti demam, kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering.

Baca juga: Ini Pembeda Masker Impor dan KW

"Sebagian kecil dari mereka mungkin mengalami diare atau mual selama satu atau dua hari sebelumnya. Intinya begitu suhu tubuh Anda meningkat lebih dari 37,3 derajat, artinya there's something wrong dengan badan kita. Anda harus segera cari pertolongan, jangan diam aja," katanya di FKUI Salemba, Jakarta, kemarin (6/2).

Jika dibiarkan, pada hari kelima pasien bisa mengalami kesulitan bernafas, terutama jika mereka lebih tua atau memiliki riwayat penyakit yang sudah ada sebelumnya.

"Kalau dibiarkan saja ya sudah masuk rumah sakit, karena apa? Gak bisa napas," ungkap dr. Dewi.

Pada hari kedelapan, katanya mengutip CDC Global Health China, 15% pasien dengan kasus yang parah mengalami sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), yakni penyakit yang terjadi ketika cairan terkumpul di paru-paru.

"ARDS seringkali berakibat fatal. Paru-parunya jadi komplikasi," jelasnya.

Pada hari kesepuluh, jika pasien memiliki gejala yang memburuk, kata dr. Dewi, ini adalah waktu dalam perkembangan penyakit ketika mereka kemungkinan besar dirawat di ICU.

Baca juga: Viral Video Tiktok Pegawai Kemensos Pencegahan Virus Korona

"Pasien-pasien ini mungkin mengalami sakit perut dan kehilangan nafsu makan daripada pasien dengan kasus yang lebih ringan. Hanya sebagian kecil yang meninggal. Tingkat kematian saat ini berkisar sekitar 2%," jelasnya.

Menurut dr. Dewi, rata-rata orang yang pulih dari virus ini dikeluarkan dari rumah sakit setelah dua setengah minggu, yakni di hari ke-17. (OL-6)

BERITA TERKAIT