06 March 2020, 16:59 WIB

Janji Bedah APBD, Nurmansjah Lubis Singgung Kasus Lem Aibon


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

CALON wakil Gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera Nurmansjah Lubis mengatakan bakal tegas mengawasi kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jika terpilih sebagai wakil gubernur.

Ia menjanjikan tidak bakal ada lagi kasus heboh seperti anggaran lem aibon yang fantastis capai Rp82,8 miliar.

"Enggak bisa kita leha-leha kalau terpilih nanti. APBD bakal kita bedah, kita pelototin nih SKPD agar jangan ada lagi (kasus) lem aibon. Kan sistem sekarang ada e-budgeting, bisa diawasin tuh," kata Nurmansjah dalam diskusi 'Ngobrol Bareng Cawagub DKI dari PSI' di Conclave Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).

Baca juga: Ini Harta Calon Wagub DKI: Riza Patria dan Nurmansjah Lubis

Pada 2019, Gubernur Anies Baswedan menyebut ada kesalahan input data terkait usulan anggaran pembelian lem aibon yang mencapai Rp82 miliar. Hal ini ramai diperbincangkan setelah anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI William Aditya Sarana membeberkan hal tersebut di media sosial.

Baca juga: Demokrat Masih Galau Soal Calon Wagub DKI

Nurmansjah mengatakan tidak ada waktu lagi untuk sibuk beradaptasi jika menjadi wagub menemani Gubernur Anies Baswedan. Ia pun mengatakan berani memarahi SKPD apabila ada kinerja yang kurang.

Baca juga: Soal Lem Aibon Rp82,8 Miliar, Disdik DKI Mengaku Salah Input

"Dapur (Pemprov DKI) harus kita atur. Harus ready, enggak ada waktu belajar lagi kalau terpilih. Tugas wagub nanti yang bakal marah-marahin SKPD. Jadi tidak ada lagi yang cuma nampang saja," kata Nurmansjah.

Baca juga: Dewan Berjanji Anggaran Cair, Wagub DKI Beres

Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mengatakan diskusi ini berupaya untuk menggali lebih jauh kedua sosok yang salah satunya akan mendampingi Gubernur DKI terpilih di masa sisa 2,5 tahun pemerintahan.

Diskusi, kata Michael diharapkan dapat menjadi barometer untuk diduplikasi partai politik lain, terutama partai pengusung calon wagub, dalam memberi kesempatan pada publik untuk tahu benar rekam jejak calon pendamping pemimpin di Ibu Kota. (X-15)
 


 

BERITA TERKAIT