06 March 2020, 15:55 WIB

'We Love Bali Movement' untuk Atasi Krisis Korona di Bali


Arnoldus Dhae | Nusantara

Pemerintah Provinsi Bali sangat serius melakukan berbagai upaya untuk keluar dari krisis kunjungan pariwisata yang terus menurun akibat wabah korona. Gubernur Bali I Wayan Koster mengumpulkan para bupati dan walikota seluruh Bali, para kepala dinas, kepala badan, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, seluruh asosiasi pariwisata, UMKM dan seluruh stakeholder lainnya. Mereka dikumpulkan untuk rapat koordinasi dalam mengatasi dampak wabah korona di Bali di Gedung Tirta Gangga Bank Indonesia Bali, Jumat (6/3).

Pada kesempatan tersebut, Koster menjelaskan dalam mengatasi dampak wabah korona di Indonesia, pemerintah pusat sudah melakukan banyak hal mulai dari regulasi dan kebijakan hingga aksi nyata di lapangan. Saat ini adalah tugas Pemda seluruh Indonesia untuk proaktif atau jemput bola terhadap kebijakan dan regulasi dari pusat.

Baca juga: Kemenkes Cek Kabar Turis Tiongkok Positif Korona Pasca ke Bali

 

Untuk di Bali, pihaknya bersama tim sudah merumuskan bagaimana cara dan strategi serta aksi untuk bangkit dari keterpurukan pariwisata. "Hari ini kita meluncurkan branding 'We Love Bali Movement'. Ada keyakinan yang kuat bahwa dalam branding ini akan mengembalikan kondisi pariwisata Bali. Bali harus bangkit dari dampak virus yang mewabah saat ini, yang menyebabkan kunjungan ke wisatawan ke Bali terus menurun. Dan bila dibandingkan dengan tahun lalu maka dalam Januari dan Februari 2020, sudah turun hingga 10%," jelas Koster.

Ada beberapa aksi nyata terkait branding 'We Love Bali Movement' yang sudah disiapkan oleh stakeholder terkait.

Pertama: menyelenggarakan paket wisata yang super deal. Disebut super deal karena di sana akan terjadi deal tarif, harga, komisi, dan sebagainya. Semuanya bisa diatur antara penjual dan pembeli. Namun perlu diperhatikan bahwa super deal bukan berarti lelang, jual murah, perang tarif atau saling banting harga. Intinya jangan sampai ada yang dirugikan.

Kedua: menyelenggarakan festival wisata 'We Love Bali Movement' di beberapa titik baik di Bali dan luar Bali.

Ketiga: menyelenggarakan festival kuliner khas Bali. Festival ini akan menarik peserta dari berbagai penjuru untuk datang ke Bali.

Keempat: menyelenggarakan festival musik berskala internasional dengan melibatkan para musisi baik lokal, nasional, dan dunia. Musik itu mudah menggerakkan orang untuk datang ke Bali.

Kelima: menyelenggarakan DJ Festival berskala internasional. Para DJ dunia akan diundang ke Bali. Mereka akan ikut festival di Bali.

Keenam: menyelenggarakan International Surfing Competition. Kompetisi ini dinilai sangat bergengsi untuk mendatangkan banyak wisatawan ke Bali.

Selain meluncurkan 'We Love Bali Movement', Koster secara sangat tegas memerintahkan dan mewajibkan agar lembaga dan group terkait untuk berkontribusi atau ambil bagian dalam beberapa agenda besar dalam branding 'We Love Bali Movement' tersebut.

Group-group yang dimaksud adalah perbankan, perhotelan, pusat perbelanjaan seperti mall dan minimarket, pusat oleh-oleh, restaurant dan beach club, pelaku usaha atau asosiasi dagang, dan group minat khusus lainnya seperti olah raga, otomotif, yoga, meditasi, dansa dan sebagainya.

"Saya perintahkan agar masing-masing group ini ambil bagian untuk menyelenggarakan minimal satu event, expo, pameran, promosi, secara mandiri atau berkolaborasi dengan yang lainnya. Semuanya wajib dilaksanakan mulai April 2020 hingga seterusnya. Skalanya harus nasional dan internasional. Ini wajib," tandasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT