06 March 2020, 15:46 WIB

Unika Atma Jaya Siapkan Lulusan yang Kompeten


Ros/Bay/H-1 | Humaniora

MEMASUKI usianya yang ke-60, Universitas Katolik (Unika) Indonesia Atma Jaya berupaya menjadi lebih relevan, bermutu, dan berdampak. Tiga kata sederhana itu menjadi kunci pengembangan Atma Jaya untuk Indonesia dalam proses transformasi manusia unggul dan peduli.

Rektor Unika Atma Jaya Dr Agustinus Prasetyantoko menyampaikan hal itu dalam perbincangan bersama pimpinan sejumlah media massa, di Jakarta, Selasa (3/3) malam. "Di usia yang ke-60 atau Lustrum XII tahun ini, Unika Atma Jaya memiliki tiga pilar program kerja, yaitu keunggulan akademik, transformasi organisasi, dan kepedulian sosial untuk pengembangan universitas dengan karakteristik profil lulusan yang menguasai digital, berwawasan global, dan peduli kepada masyarakat. Be digital, go global, build society," ujarnya.

Menurut Prasetyantoko, Atma Jaya Jakarta yang berdiri pada 1 Juni 1960, telah melewati berbagai tantangan dan dinamika. Sejarah yang membentuk Atma Jaya menjadi dasar dan memberi inspirasi untuk terus melakukan perubahan dan inovasi agar relevan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi.

"Bukan sebuah kebetulan, pendirian universitas ini bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. Universitas ini harus menjadi bagian yang utuh dari perjalanan bangsa ini dengan seluruh dinamikanya," kata Prasetyantoko didampingi Steve Ginting, Ketua SC Lustrum XII.

Dalam rangkaian acara Lustrum XII, kemarin, Prasetyantoko menambahkan, Unika Atma Jaya siap menyambut program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim. "Kita akan akselerasi sistem magang yang telah lama dijalankan sekaligus menerapkannya untuk program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka," katanya pada acara sarasehan.

Pada kesempatan itu, mantan Rektor Unika Atma Jaya Thomas Suyatno berpesan jajaran pimpinan kampus segera menyiapkan dengan baik program tersebut. Thomas mengingatkan dari 4.251 PTS se Indonesia terdapat 96 perguruan tinggi yang telah terakreditasi A, termasuka Unika Indonesia Atma Jaya. "Kampus kita ranking dua setelah Binus. Jadi, keunggulan dan prestasi yang telah dicapai kampus harus terus kita jaga dan ditingkatkan," pungkasnya. (Ros/Bay/H-1)

BERITA TERKAIT