06 March 2020, 15:24 WIB

Keris Pangeran Diponegoro Dikembalikan ke Indonesia


Nur Aivanni | Humaniora

KERIS Pangeran Diponegoro akhirnya dikembalikan ke Indonesia. Menteri Kebudayaan Belanda Ingrid van Engelshoven menyerahkan keris tersebut kepada Kedutaan Indonesia di Den Haag pekan ini setelah pencarian selama dua tahun oleh Museum Etnologi di Leiden.

"Keris itu sangat penting bagi Indonesia. Diponegoro adalah pahlawan nasional kami. Atribut pangeran ini menyatakan statusnya," kata Fery Iswandy, atase budaya di Kedutaan Indonesia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (5/3).

Pada tahun 1830, Diponegoro dilaporkan menyerahkan keris tersebut kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Merkus de Kock. Keris itu kemudian diserahkan kepada kabinet kerajaan Raja Willian I pada tahun 1831 sebagai bagian dari koleksi yang kemudian dipindahkan ke tempat yang sekarang menjadi Museum Etnologi.

Ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949, disepakati bahwa barang-barang milik Diponegoro akan dikembalikan.

Baca juga: Memberantas Korupsi Belajar Dari Pangeran Diponegoro

Pada tahun 1968 sebuah perjanjian budaya ditandatangani dan pada tahun 1975 barang-barang yang akan dikembalikan pun terdaftar. Ketika pelana, tombak, dan payung milik Diponegoro dikembalikan, keris itu tidak termasuk yang dikembalikan.

Empat puluh lima tahun setelah Belanda menjanjikan kembalinya keris milik Diponegoro, keris itu akhirnya kembali ke Indonesia dan akan dipamerkan dalam sebuah pameran di Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Museum Bronbeek di Arnhem juga mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan juga menyimpan salah satu barang milik Diponegoro. Namun, Direktur museum Pauljac Verhoeven mengatakan itu masih dalam penelitian lebih lanjut.

"Kami belum bisa memastikan barang apa itu," katanya. "Itu hanya sebagian kecil tetapi jika kita mengetahuinya, kita akan mengembalikannya." (The Guardian/OL-4)

BERITA TERKAIT