06 March 2020, 14:55 WIB

Jawa Barat Kembangkan Obligasi Hijau


(BY/HT/YH/N-2) | Nusantara

AJAKAN Badan Perencanaan Pembangunan Nasional kepada daerah untuk mengembangkan obligasi hijau sebagai bentuk keberpihakan terhadap lingkungan terus digaungkan. Sambutan pun datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kami siap menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca. Upayanya akan kami tempuh dalam kegiatan di sektor strategis, seperti kehutanan, pertanian, energi, transportasi dan pengolahan sampah," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Barat M Taufiq Budi Santoso.

Kemarin, Jawa Barat melakukan peluncuran Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon, di Bandung. Acara itu dilakukan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bappenas dan Bappeda Jabar.

Dia menyebut, rencana penerbitan obligasi hijau ini sudah direncanakan

sejak lama.Proyek pembangunan rendah karbon ini sudah dimasukan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah. Kebijakan itu akan diikuti dengan berbagai penguatan regulasi seperti perbaikan peraturan.

"RTRW akan direvisi, kita sesuaikan dengan pembangunan rendah karbon. Pergub akan diperbaiki," tandasnya.

Obligasi hijau adalah obligasi yang ditujukan untuk pengembangan proyek dengan skema berwawasan lingkungan, terutama yang mengurangi kendaraan bermotor di jalan raya. Keunggulan investasi di proyek hijau yaitu mengurangi emisi karbon dengan menyasar proyek nonkendaraan bermotor. Investasi proyek hijau juga menjadi pendorong pendanaan proyek pembangkit listrik energi terbarukan, selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Di tempat yang sama Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Medrilzam menyatakan penurunan emisi gas rumah kaca menjadi sasaran makro pembangunan 2020-2024. "Isu lingkungan akan setara dengan pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, dan indeks pembangunan manusia."

 

<>Tanam pohon<>

Kemarin, kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan sekitar 250 mahasiswa di Komplek Percandian Gedongsongo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dengan menanam 868 bibit pohon dan semak. Gerakan disokong Djarum Foundation dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah.

"Gerakan ini mengajak mahasiswa untuk melakukan langkah nyata agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program Siap Sadar Lingkungan ini menjadi medium bagi generasi milenial untuk merawat lingkungan," papar Vice President Director Djarum Foundation Victor Hartono.

Di Padang Pariaman, Sumatra Barat, perbaikan lingkungan akan dilakukan di lahan bekas tambang ilegal di Kecamatan Lubuk Alung. "Konsep rehabilitasinya ialah dengan membangun ecowisata air, karena banyak lobang," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatra Barat Siti Aisyah. (BY/HT/YH/N-2)

BERITA TERKAIT