06 March 2020, 13:45 WIB

Memaksimalkan Ajang Nasional di Tengah Kekhawatiran


(Faj/Ykb/Mal/R-1) | Olahraga

WALAU pemerintah secara resmi menyatakan adanya dua kasus positif korona di Indonesia pekan ini, dunia olahraga Indonesia telah terkena dampak penyebaran voirus covid-19 sejak beberapa waktu lalu. Beberapa cabang olahraga batal mengirim atlet ke ajang internasional karena adanya pembatalan kejuaraan.

 

Bulu tangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang paling merasakan kerugian dengan adanya wabah korona. Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) harus memutar otak untuk tetap bisa mengikuti turnamen-turnamen di luar negeri yang dibutuhkan pemain untuk meraup poin semaksimal mungkin demi mendapatkan tiket ke Olimpiade 2020 Tokyo.

 

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah mengeluarkan imbauan agar pengurus cabang olahraga tidak mengikuti event olahraga di Tiongkok, baik berupa kejuaraan internasional, uji coba, maupun pemusatan latihan. "Sampai ada pemberitahuan resmi dari pemerintah, kami mengimbau untuk tidak mengagendakan atau mengikuti program apa pun yang dilaksanakan di Tiongkok," ujar Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, Rabu (4/3).

 

Dengan mewabahnya korona membuat pengurus cabang olahraga memang harus lebih berhati-hati dalam mengirimkan atlet keluar negeri. Kesehatan dan keselamatan atlet tetap harus menjadi hal utama.

"Unsur keselamatan para pelaku olahraga harus dikedepankan. Semua pihak harus mendukung keputusan pemerintah terkait kebijakan mencegah penyebaran korona," kata Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sam Bera.

 

Kompetisi tetap berjalan

Untuk event dalam negeri, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, mengatakan sebelum ada instruksi resmi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes), induk cabang olahraga tetap bisa menggelar kejuaraan, baik lokal maupun internasional. "Saya rasa masih tetap bisa berjalan, misalnya, di Minggu ini saja ada Kejuaran Piala Davis, lalu ada Liga Equastrian," kata Marciano.

 

Pernyataan Marciano sejalan dengan apa yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga Indonesia. Hingga kini, PT LIB menyatakan kompetisi sepak bola di Indonesia tetap bergulir.

 

Direktur PT LIB, Cucu Somantri, menyatakan penundaan laga Persija vs Persebaya akhir pekan ini tidak berdampak pada laga lainnya di Liga 1. Ia memastikan penundaan tersebut tidak menjadi efek domino dan membuat Liga 1 akan molor dari jadwal yang telah ditetapkan.

 

Seperti sepak bola, kompetisi bola basket di Tanah Air, Indonesian Basketball League (IBL), tetap akan bergulir. CEO IBL, Junas Mirardiarsyah, mengaku akan mengikuti imbauan pemerintah. Namun, dirinya tetap akan menggelar liga IBL seri Surabaya dengan catatan meningkatkan sosialisasi soal korona kepada masyarakat.

"Jadi, untuk penonton kita lakukan beberapa langkah antisipasi, seperti menyediakan alat pengukur suhu untuk para penonton dan menyarankan para penonton yang tidak fit, batuk, atau flu kita sarankan untuk tetap di rumah," tutur Junas.

 

Hal senada diungkapkan Direktur Utama Proliga, Hanny Sukarti. Ia menegaskan akan mengikuti arahan pemerintah soal dilanjutkan atau tidaknya Proliga. Namun, belum adanya kebijakan membuat Hanny akan tetap menggelar liga seperti biasa.

"Sementara kami lanjut terus. Kalau ada peraturan, baru kita akan ikuti kebijaksanaan pemerintah," tambahnya. (Faj/Ykb/Mal/R-1)

BERITA TERKAIT