06 March 2020, 13:30 WIB

Gagal Panen Picu Harga Gula di Babel Naik


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

HARGA gula pasir di sejumlah pasar tradisional dan ditingkat pengecer di Kota Pangkalpinang mengalami lonjakan. Hal ini diduga petani gagap panen dan belum ada impor gula pasir. Berdasarkan pantauan di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, harga gula pasir yang tadinya dijual Rp12 ribu per kg kini melonjak menjadi Rp15 ribu per kg. Sedangkan di tingkat pengecer, di toko-toko harga gula pasir mencapai Rp17000 per kg.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Pengembangan dan Perdagangan Disperindag Provinsi Bangka Belitung, Armaini menyebutkan ada beberapa alasan naiknya gula pasir akhir-akhir ini. Pertama menurutnya faktor cuaca yang menyebabkan petani gagal panen. Kedua belum dibukanya keran impor gula pasir, sehingga stok gula pasir yang ada di gudang para distributor terbatas.

"Tingginya harga gula saat ini disebabkan petani gagal panen pada musim tanam sebelumnya. Karena kondisi cuaca yang kurang baik. Kedua, belum dibukanya keran impor yang disebabkan oleh virus Covid-19. Bukan hanya Indonesia tetapi semua negara," kata Armaini, Jumat (6/3).

baca juga: ODHA di Pematangsiantar Dapat Bantuan Usaha

Ia mengaku stok gula memang terbatas, tetapi masih mencukupi untuk menjaga kelangkaan ketersediaan kebutuhan konsumsi masyarakat. Pihaknya pula telah melakukan usaha agar stok gula di Babel segera terpenuhi kembali.

"Kita sudah usahakan, tapi stoknya akan jadi rebutan dengan daerah lain, walaupun harga sedikit tinggi yang penting stok kita terpenuhi," ujarnya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT