06 March 2020, 11:56 WIB

Tekan Inflasi, Ibu Rumah Tangga Tanam Bawang Merah


Kristiadi | Nusantara


UNTUK menekan inflasi, sejumlah ibu rumah tangga di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat telah memanen bawang merah di lahan seluas 100 meter persegi. Mereka langsung memanen, kemudian ditimbang dan dijual seharga Rp20 ribu per kg.

Panen bawang merah di lahan milik Kelompok Hortikultura Saung Galih tersebut, merupakan kali pertama dilakukan. Dan bawang varietas yang dipanen hasil uji coba bibit dari Brebes, Jawa Tengah yang ditanam di Kota Tasikmalaya.

Ketua Kelompok Hortikultura Saung Galih, Adgani Adam, 46, mengatakan, uji coba panen itu berawal dari kegiatan sadar Inflasi Bank Indonesia yang selama itu diikutinya bersama para petani bawang dari Tasikmalaya, yang telah berkunjung ke petani bawang merah di Brebes dan mendapatkan ilmu dan oleh-oleh hingga ditanam.

"Hasil uji coba yang dilakukannya berhasil dan benih bawang merah tumbuh subur di lahan miliknya. Benih yang ditanam dari satu bibit umbi yang dihasilkan mencapai delapan buah dan dihasilkan lebih besar dari yang berada di Brebes. Karena masa tanam hingga panen pun lebih singkat hanya 55 hari," kata Adgani, Jumat (6/3).

Adam mengatakan, bibit bawang merah yang ditanam 8 kilogram tersebut telah berhasil dipanen menjadi 80 kilogram. Dan keuntungan yang diperoleh hampir dua kali lipat dari modal dan biaya perawatan. Pengeluaran untuk biaya beli bibit hingga perawatan sekitar Rp800 ribu. Namun setelah panen, keuntungannya Rp1,4 juta.

"Hasil panen tersebut baru dijualnya oleh para ibu rumah tangga di lingkungan sekitar melalui grup WA. Penjualan bawang merah seharga Rp 20 per kilogram. Padahal sekarang harga bawang merah di pasaran mencapai Rp35 ribu per kilogram. Sampai sekarang pesanan bawang merah mulai dari pedagang pasar tradisional hingga  Sub Terminal Agribisnis Panumbang, Kabupaten Ciamis ke kelompok petani bawang Saung Galih telah mencapai 1,5 ton.  

baca juga: Dinkes Palembang Pantau Warga Sumsel Datang Dari Luar Negeri

"Kebutuhan pangan di Kota Tasikmalaya saat ini sangat tinggi dan ketersediaan lahan yang ada sangat terbatas. Namun, dinas juga akan terus meningkatkan produksi dan kualitas bahan pangan. Termasuk  bawang merah karena daya saing petani dan distributor juga mesti ditingkatkan agar hasil produksi yang ada dapat dijual ke pasaran," paparnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT