06 March 2020, 12:15 WIB

Korsel Kecam Perintah Karantina Jepang


Basuki Eka Purnama | Internasional

SEOUL berencana memanggil duta besar Jepang untuk memprotes rencana memberlakukan karantina untuk setiap kedatangan dari Korea Selatan (Korsel). Korsel menuding Tokyo memiliki motif terselubung.

Kedua negara memiliki hubungan ekonomi yang akrab dan keduanya juga merupakan sekutu Amerika Serikat (AS) dalam menghadapi Tiongkok dan Korea Utara (Korut).

Namun, hubungan kedua negara terus dihantui oleh aksi kolonialisme Jepang di Semenanjung Korea antara 1910 dan 1945, yang memuncak di perselisihan dagang dan militer pada tahun lalu.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Kamis )5/3), mengumumkan bahwa turis yang datang ke Jepang namun pernah menginjakkan kaki di Tiongkok dan Korsel wajsib menjalani karantina selama 14 hari.

Baca juga: Antisipasi Korona, Saudi Tutup Jalur Tawaf dan Sai

Kementerian Luar Negeri Korsel meminta Jepang untuk meninjau ulang kebijakan yang dinilai irasional itu.

"Kita mau tidak mau mempertanyakan apakah Jepang memiliki motif terselubung ketimbang hanya sekadar mencegah wabah," ujar Kemenlu Korsel.

Jumlah infeksi korona di Korsel naik menjadi 6.284 pada Jumat (6/3), tertinggi di luar Tiongkok. Sebanyak tujuh orang dilaporkan tewas pada Jumat (6/3) sehingga jumlah total korban tewas di Korsel menjadi 42 orang. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT