06 March 2020, 10:56 WIB

Cek Suhu dan Bilas Tangan di Pintu Keberangkatan Sta Kertapati


Dwi Apriani | Nusantara

SUASANA di kereta api Kertapati, Palembang, Jumat (6/3) tidak seperti biasanya. Penumpang kereta api saat masuk di pintu keberangkatan stasiun Kertapati langsung diarahkan petugas KAI Divre III Palembang untuk membilas tangan dengan cairan pembersih tangan instan. Kemudian penumpang pun dilakukan cek suhu oleh petugas.

Hal itu dilakukan sebagai upaya KAI untuk antisipasi atau mencegah masuknya wabah virus korona. Kepala KAI Divre III Palembang, Tamsil mengatakan, upaya antisipasi itu mengacu Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor SR.02.02/11/270/2020 tentang Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Novel Corona Virus (2019-nCoV).

"Ini adalah konsen nasional. KAI turut juga menyosialisasikan bahaya virus korona dan upaya pencegahannya. Untuk antisipasi juga kami sediakan cairan pembersih tangan. Penumpang yang akan masuk ke pintu keberangkatan terlebih dulu membersihkan tangannya," kata Tamsil.

Ia mengatakan, penumpang juga di cek suhu tubuhnya dengan alat pengukur suhu tubuh yang disediakan petugas. Selanjutnya petugas juga membagikan masker kepada penumpang.

"Kami juga menyediakan pos kesehatan di setiap stasiun dengan fasilitas pemeriksaan kesehaan tingkat pertama dengan dijaga paramedis. Pos Kesehatan ini gratis bagi penumpang kereta api," kata dia.

Pihaknya mengambil langkah antisipasi tersebut sejak 2 Maret 2020.

"Kita tidak bisa memastikan upaya antisipasi ini akan dilakukan sampai kapan. Namun yang jelas, kita antisipasi sepanjang virus korona ini mewabah," kata dia.

Tamsil berharap untuk mencegah penyembaran virus korona imi penumpang kereta api jarak jauh maupun LRT Sumsel dapat ikut membantu dengan ikut melakukan kampanye hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri. Sekaligus dapat memanfaatkan layanan di Pos Kesehatan jika merasakan sakit.

baca juga: Disdikbud Cianjur Larang Siswa Karya Wisata

"Dan jika ada pengguna kereta sedang sakit, seperti demam tinggi, flu, batuk, dan lain, sebaiknya segera memeriksakan diri dan beristirahat. Begitupun jika ada penumpang yang terdeteksi memiliki suhu tubuh panas saat dipindai dengan alat pengukur suhu, maka akan langsung kita periksa ke pos kesehatan, dan nanti akan kita rujuk ke faskes terdekat," tandasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT