06 March 2020, 10:34 WIB

Iran Batasi Perjalanan Hingga Kurangi Penggunaan Uang Kertas


Nur Aivanni | Internasional

IRAN membatasi perjalanan antara kota-kota besar di wilayahnya. Hal tersebut ilakukan dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus korona atau Covid-19 yang telah menewaskan sedikitnya 148 orang di Iran.

Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki mengatakan pos pemeriksaan akan bertambah untuk membatasi perjalanan antara kota-kota besar.

Dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, Namaki mengatakan perjalanan itu sangat berbahaya dan laporan menunjukkan banyak mobil di jalan membawa virus ke daerah-daerah yang tidak terinfeksi.

Negara tersebut pun telah menutup sekolah dan universitas hingga April 2020. Namaki mengatakan masyarakat tidak boleh menggunakan waktu tersebut sebagai kesempatan untuk bepergian.

Baca juga : Zhang Boli : Kasus Covid-19 akan Turun Pertengahan Maret 2020

"Masyarakat seharusnya tidak menganggap ini sebagai kesempatan untuk bepergian. Mereka harus tinggal di rumah dan menganggap serius peringatan kami," katanya, seperti dikutip dari BBC, Jumat (6/3).

"Virus ini sangat menular. Ini masalah serius, jangan bercanda tentang itu," tambahnya. Selain itu, pihaknya juga mendesak warga Iran untuk mengurangi penggunaan uang kertas.

Langkah-langkah tersebut diambil ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan beberapa negara tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.

Iran adalah salah satu negara yang paling parah terkena Covid-19 di luar Tiongkok. Di seluruh dunia, pihak berwenang telah mengonfirmasi ada  97.933 kasus virus korona dan 80.552 kasus berada di Tiongkok. Dan dilaporkan  3,383 orang telah meninggal dunia, sebagian besar dari mereka di Tiongkok.

Korban tewas di negara itu pada Kamis (5/3) bertambah 15 orang sehingga total menjadi 107 orang. Adapun jumlah kasus yang dikonfirmasi meningkat 591 menjadi 3.513.

Tetapi kantor berita pemerintah Irna mengatakan jumlah orang yang meninggal bisa lebih tinggi, mengutip data dari universitas medis.

Data itu tidak termasuk statistik dari ibukota Teheran dan Provinsi Gilan sebagai dua daerah yang paling terdampak virus korona. Korban di sana terdaftar sebagai 'tidak diketahui', demikian dilaporkan kantor berita IRNA.

Bulan lalu sumber-sumber dalam sistem kesehatan negara itu mengatakan kepada BBC Iran bahwa jumlah kematian sedikitnya 210 orang, dengan sebagian besar korban di Teheran dan kota suci Qom. (BBC/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT