06 March 2020, 09:22 WIB

Pembangunan MRT Fase II Antisipasi Potensi Banjir


(Ten/J-1) | Megapolitan

BANJIR menjadi salah satu fokus pihak PT MRT dalam pembangunan fase II MRT Jakarta. Itu disebabkan dataran jalur Bundaran HI hingga Ancol lebih rendah.

"Melalui desain, kita sudah mengakomodasi dan memperhitungkan potensi banjir yang akan terjadi," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di Jakarta, kemarin.

Ada beberapa langkah yang dilakukan, di antaranya dataran pintu masuk stasiun dibuat lebih tinggi. "Jadi, tinggi stasiun itu akan kita angkat setinggi hitung kita dengan permukaan banjir maksimum yang terjadi di kawasan itu. Jadi, nanti akan ada undakan atau naik sebelum masuk," ungkap dia.

Selanjutnya, pihak MRT akan membuat wadah penampungan air di sepanjang jalur yang ada di bawah tanah tersebut. Air yang masuk akan ditampung untuk disalurkan kembali keluar.

Selama pengerjaan nanti pihak MRT akan memastikan kelancaran saluran drainase. Jadi, air tidak akan tergenang di sekitar kawasan pembangunan.

Selain itu, William menjelaskan pembangunan fase II terdiri atas 10 stasiun. Sebanyak sembilan stasiun berada di bawah tanah. Tempat pemberhentian yang ada di permukaan tanah hanya ada di Ancol Barat. Pembangunan jalur MRT fase kedua ditargetkan rampung pada akhir 2024.

30,2 juta penumpang

William juga mengungkapkan, sejak beroperasi pada 24 Maret 2019, MRT telah mengangkut 30,2 juta penumpang. "Jumlah penumpang yang kami angkut 86 ribu per hari. Di awal beroperasi, kami menargetkan hanya 65 ribu per hari. Tahun ini, kami bisa mengangkut sekitar 100 ribu penumpang setiap hari."

Untuk mencapai target tersebut, MRT Jakarta berupaya mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selama ini, alasan warga Jakarta memilih MRT karena faktor ketepatan waktu (on time performance) yang mencapai 99,8%.

"Ini yang dirasakan pengguna. Kami juga mengimbau pemilik gedung di sepanjang Sudirman dan Thamrin untuk membuka pagar agar memudahkan penghuni gedung untuk naik MRT," tegas William.

Pada sisi lain, pihaknya merencanakan pembangunan jalur MRT fase ketiga lintas provinsi, dari Balaraja, Banten, hingga Cikarang, Jawa Barat. Proyek itu diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp50 triliun. "Pembangunan tahap pertama dari Kalideres di barat Jakarta hingga ke ujung Menteng di timur Jakarta. Tahun depan akan dimulai," ucap William.

Pembangunan rute MRT fase ketiga, lanjut William, akan paralel dengan pelaksanaan proyek fase kedua. Pengerjaan fase keempat juga paralel dengan fase ketiga. (Ten/J-1)

 

BERITA TERKAIT