06 March 2020, 08:09 WIB

Polisi akan Jual Masker Sitaan dari Penimbun


Siti Yona Hukmana | Megapolitan

POLRES Metro Jakarta Utara menjual masker sitaan dari hasil penimbunan. Uang hasil penjualan masker disita sebagai pengganti barang bukti untuk proses peradilan.

"Nanti itu akan menjadi tanggung jawab tersangka," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).

Polisi beralasan keputusan menjual masker itu karena masyarakat membutuhkan di saat merebaknya virus korona (Covid-19). Hal itu diambil untuk menanggulangi kelangkaan masker di pasaran.

"Kita sudah bungkus dalam satu plastik berisi 10 masker dengan harga Rp4.400," ujar Budhi.

Budhi mempersilakan masyarakat datang ke Polres Metro Jakarta Utara untuk membeli masker. Setiap warga dibatasi hanya diperbolehkan membeli satu plastik berisi 10 masker.

"Biar kebagian yang lain, jangan nanti diborong lagi," tutur Budhi.

Baca juga: Kabareskrim Minta Pembatasan Ekspor Masker

Budhi mengakui menjual barang sitaan melanggar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara. Namun, ada keadaan mendesak dan polisi mesti melakukan diskresi.

"Tindakan tersebut untuk kepentingan umum masyarakat yang lebih luas. Mudah-mudahan langkah kami bisa dicontoh kepolisian wilayah lain untuk bisa mengambil langkah," kata Budhi.

Polres Metro Jakarta Utara membongkar penimbunan masker di Pademangan, Jakarta Utara dan pengembangan di Jakarta Pusat. Penyidik menangkap dua tersangka berinisial HK dan TK dan menyita 60 ribu masker.

"Tersangka itu kerjanya sebagai sales dan ibu rumah tangga. Masker yang ditimbun itu kemudian dijual lewat online," imbuh Budhi.

Kedua tersangka sudah diamankan. Mereka dijerat dijerat Pasal 197 Sub. 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

"Ancamannya pidana penjara 5 tahun dan denda Rp2 miliar," pungkas Budhi. (OL-1)

BERITA TERKAIT