06 March 2020, 07:50 WIB

Warga makin Sadar Bahaya Virus Korona


Insi Nantika Jelita | Humaniora

SEMAKIN banyak warga dengan kesadaran sendiri mendatangi rumah sakit rujukan untuk memeriksakan diri jika menemukan gejala yang mirip diakibatkan covid-19.

Salah satunya KRH, 26, warga Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Ketika mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, dia kemudian melapor kepada petugas medis dan menceritakan riwayat perjalanannya.

Dia mengaku bekerja di perusahaan kapal pesiar dan baru saja pulang ke kampung halaman setelah transit di Singapura sebelum kembali ke Indonesia.

Petugas RSUD Tarutung, salah satu RS rujukan covid-19, langsung sigap dan memeriksa KRH secara intensif. Bukan hanya KRH, dua saudaranya, PS, 62, dan RH, 42, yang melakukan kontak langsung, juga diperiksa.

"Hasilnya negatif, tapi masuk kategori orang dalam pemantauan," ungkap Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, kemarin.

Di Padang, Sumatra Barat, ada seorang warga yang baru berlibur ke Thailand dan mengalami gejala batuk dan sesak napas hingga nyeri di dada. Dia pun mendatangi RSUP M Djamil Padang untuk memeriksakan diri.

Namun, menurut Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M Djamil Padang Gustafianof, berdasarkan hasil pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan yang dikirim ke Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, pasien hanya mengalami demam biasa.

Di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Yogyakarta, ada dua pasien yang masuk kategori pengawasan karena memiliki gejala akibat virus korona. Kepala Poliklinik Pulmonologi (Paru) RSUP Sardjito, Ika Trisnawati, menjelaskan satu pasien ialah lansia yang baru pulang umrah dan satu lainnya warga negara Jepang.

Sementara itu, Posko Tanggap Virus Korona Covid-19 DKI Jakarta telah menerima banyak panggilan telepon. Sampai kemarin, tercatat sebanyak 2.689 telepon atau pesan melalui Whatsapp dari warga Ibu Kota yang mengadu atau mencari tahu seputar virus korona.

"Cukup tinggi intensitas kegiatan yang dilakukan teman-teman di posko," kata Ketua Tim Tanggap Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto, saat konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Catur tidak memerinci apa saja keluhan warga dalam aduan telepon tersebut. Menurutnya, itu merupakan dokumen rahasia yang tidak bisa dibuka ke publik.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pihaknya sudah mewanti-wanti terkait dengan merebaknya virus korona. "Kami infokan sampai sesuai dengan protap yang kita susun."

Jangan panik

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi covid-19.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 PB IDI, Zubairi Djoerban, menyatakan ada sejumlah rekomendasi yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari covid-19.

"Salah satunya ialah hindari mengusap mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan. Menerapkan etika batuk ketika batuk," kata Zubairi di Kantor PB IDI, Jakarta, kemarin.

Zubairi juga menegaskan masker wajib digunakan bagi orang yang sakit. Penggunaan masker tidak dianjurkan pada orang yang sehat.

"Masyarakat yang sedang sakit infeksi saluran pernapasan diimbau untuk tidak bepergian ke luar rumah," tandas dia. (Tim/X-10)

BERITA TERKAIT